ENEWS, POLMAN •• Kondisi akses jalan lintas Pamengoan, yang terletak di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), semakin hari semakin memprihatinkan.
Kerusakan jalan yang parah ini memaksa warga dari tiga desa di wilayah tersebut untuk kembali melakukan kerja bakti secara swadaya pada hari Jumat, 25 Januari 2026.
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga agar akses jalan tetap dapat dilalui, meskipun dengan kondisi yang sangat terbatas.
Kerja bakti perbaikan jalan ini sudah menjadi aktivitas rutin bagi warga setiap Jumat pagi.
Dengan peralatan manual seadanya, warga bergotong royong menambal lubang-lubang besar dan memperbaiki bagian jalan yang rusak parah.
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap aksesibilitas wilayah menjadi motivasi utama bagi warga dalam melakukan kegiatan ini.
Kegiatan kerja bakti ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat, tidak hanya warga dari tiga desa yang terdampak langsung, tetapi juga para tukang ojek, sopir hartop (angkutan pedesaan), serta kelompok mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi di wilayah Tutar.
Solidaritas dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan betapa pentingnya akses jalan ini bagi kehidupan mereka.
Ketua Himpunan Pelajar Tutar, Andika, menyampaikan kepada Enews pada hari Jumat, 25 Januari 2026, bahwa masyarakat terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya karena akses tersebut merupakan jalur penghubung utama antara Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene.
Kerusakan jalan yang parah menghambat aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat di kedua kabupaten.
“Untuk mempermudah mobilitas keluar masuk wilayah, masyarakat dari tiga desa dengan terpaksa harus memperbaiki dan merawat jalan secara sukarela dengan menggunakan alat seadanya,” ujarnya.
“Kami sadar bahwa perbaikan yang kami lakukan ini hanya bersifat sementara, tetapi setidaknya dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan dan memperlancar arus transportasi,” sambung Andika.
Andika juga menegaskan bahwa kondisi jalan Pamengoan–Tutar sudah puluhan tahun berada di luar perhatian pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar maupun Pemerintah Kabupaten Majene.
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang seolah-olah mengabaikan kondisi jalan yang sangat vital bagi masyarakat.
“Kami sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan ini kepada pemerintah terkait, baik melalui surat resmi maupun forum-forum diskusi. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan maupun pergerakan nyata dari pemerintah. Kami merasa diabaikan dan ditinggalkan,” ungkap Andika dengan nada kecewa.
Menurut Andika, mayoritas warga di tiga desa tersebut berprofesi sebagai petani kakao, yang merupakan salah satu penghasil kakao terbesar di Kabupaten Polewali Mandar.
Kondisi jalan yang rusak sangat menghambat distribusi hasil pertanian ke luar daerah, khususnya ke Kabupaten Majene, sehingga berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Kami sangat berharap agar pemerintah segera melirik kondisi akses jalan ini dan membangun infrastruktur jalan yang layak demi kelancaran mobilitas dan perekonomian masyarakat. Jalan yang bagus akan membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan kemajuan wilayah kami,” tutup Andika dengan penuh harapan.
(M Kamil)






