Bupati-DPR RI Kawal 37,14 Ton Bantuan Beras untuk Warga Luyo

Bupati Polman bersama DPR RI Dapil Sulbar, Perum Bulog Sulselbar, Pemerintah Desa saat menyalurkan bantuan pemerintah ke masyarakat di Kecamatan Luyo. (Dok. HW)
Bupati Polman bersama DPR RI Dapil Sulbar, Perum Bulog Sulselbar, Pemerintah Desa saat menyalurkan bantuan pemerintah ke masyarakat di Kecamatan Luyo. (Dok. HW)

ENEWS, POLMAN ••》Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud bersama Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sulawesi Barat, Ajbar Abdul Kadir, turun langsung mengawal penyaluran 37,14 ton beras bantuan pangan kepada 1.238 penerima di Desa Mambu dan Desa Baru, Kecamatan Luyo, Rabu (9/9/2026).

Kehadiran keduanya bukan sekadar seremoni. Bupati dan legislator pusat tersebut memastikan bantuan pangan dari pemerintah benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

banner 728x250

Di Desa Mambu, sebanyak 537 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 16.110 kilogram beras. Sementara di Desa Baru, 701 PBP mendapatkan 21.030 kilogram. Masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Bupati Polman Samsul Mahmud mengatakan, kehadirannya bersama DPR RI, Dinas Ketahanan Pangan, camat, serta pemerintah desa untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

“Kami sama-sama memantau agar penyaluran ini tepat sasaran bagi yang berhak,” kata Samsul.

Ia juga meminta media ikut mengawasi proses distribusi. Menurutnya, pengawasan publik diperlukan agar bantuan tidak salah sasaran dan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.

Secara keseluruhan, bantuan pangan di Polman menyasar 73.200 PBP dengan total alokasi mencapai 2.197.200 kilogram atau 2.197,2 ton beras.

Sementara itu, Ajbar Abdul Kadir mengatakan pengawasan penyaluran merupakan bagian dari fungsi Komisi IV DPR RI terhadap mitra kerja, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.

Ia menekankan bantuan pangan harus segera diterima masyarakat, terutama di tengah tekanan musim kemarau dan dampak El Nino yang berkepanjangan.

“Kita berharap penyalurannya segera tuntas dalam dua sampai empat hari di setiap desa, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya pada September ini,” ujar Ajbar.

Pimpinan Perum Bulog Wilayah Sulselbar Fahrurozi memastikan seluruh penyaluran bantuan pangan ditargetkan rampung paling lambat 30 September 2026.

Menurutnya, distribusi sejauh ini berjalan baik dan belum menghadapi kendala berarti di lapangan.

Fahrurozi juga memastikan stok beras di Sulawesi Barat masih aman. Saat ini tersedia cadangan sekitar 32.000 ton.

Dengan kebutuhan beras untuk program SPHP dan bantuan pangan sekitar 2.800 ton per bulan, stok tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Jurnalis: Hasbi Waluyo