Mahasiswa Bone Tewas Ditikam di Makassar, KEPMI Desak Kasus Diusut Tuntas

Ketua DPP KEPMI Bone, Muh. Khaidir Mutashim
Ketua DPP KEPMI Bone, Muh. Khaidir Mutashim

ENEWS, MAKASSAR ••》Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI Bone) mengecam keras penikaman yang menewaskan Sopyan (23), mahasiswa sekolah pelayaran asal Kabupaten Bone, di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Organisasi mahasiswa tersebut mendesak Polrestabes Makassar mengusut tuntas perkara itu dan memastikan seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.

banner 728x250

Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap DPP KEPMI Bone menyusul penangkapan dua orang terduga pelaku berinisial I (21) dan MA (23) oleh tim gabungan Polda Sulawesi Selatan, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Polsek Panakkukang di Kabupaten Takalar.

Ketua DPP KEPMI Bone, Muh. Khaidir Mutashim, menegaskan penangkapan dua terduga pelaku tidak boleh membuat penanganan perkara berhenti.

“Kami mendesak agar kasus ini diusut sampai tuntas. Jangan sampai penangkapan hanya menjadi jawaban awal, sementara seluruh fakta hukum belum terungkap. Keluarga korban berhak mendapatkan keadilan dan kepastian hukum,” tegas Khaidir, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, kepolisian harus mengungkap secara menyeluruh motif, kronologi, serta peran masing-masing pihak dalam peristiwa yang merenggut nyawa mahasiswa asal Bone tersebut.

Tiga Kali Tikaman

Peristiwa yang merenggut nyawa Sopyan terjadi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 03.30 WITA.

Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun, korban bersama sejumlah rekannya baru saja keluar dari area parkir tempat hiburan malam Helen’s Night Mart di Jalan Boulevard.

Saat mobil yang ditumpangi korban hendak keluar, mereka didatangi sejumlah orang hingga terjadi cekcok mulut yang berujung perkelahian.

Dalam keributan tersebut, MA diduga membanting dan memukul pelipis korban. Sementara I diduga mengambil badik dari bawah sadel sepeda motornya dan menikam korban sebanyak tiga kali, masing-masing dua kali di paha kanan dan satu kali di betis kanan.

Setelah kejadian, kedua terduga pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jalan A.P. Pettarani.

KEPMI Soroti Keamanan Mahasiswa Bone

Selain mendesak penuntasan perkara, DPP KEPMI Bone menyoroti jaminan keamanan mahasiswa asal Bone yang menempuh pendidikan di Kota Makassar.

Khaidir mengatakan mahasiswa Bone datang ke Makassar untuk menuntut ilmu dan membangun masa depan. Karena itu, mereka berhak mendapatkan rasa aman dalam menjalankan aktivitas akademik maupun kehidupan sosial.

“Mahasiswa Bone datang ke Makassar untuk menuntut ilmu, bukan untuk mempertaruhkan nyawa. Keamanan mereka harus menjadi perhatian bersama. Jangan menunggu ada korban berikutnya baru dilakukan langkah pencegahan,” ujarnya.

DPP KEPMI Bone menilai perlindungan terhadap mahasiswa tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah jatuhnya korban jiwa. Diperlukan langkah pencegahan dan sistem perlindungan yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, organisasi kemahasiswaan, serta paguyuban mahasiswa.

Dalam pernyataan sikapnya, DPP KEPMI Bone menyampaikan sembilan tuntutan. Di antaranya, mendesak pengusutan perkara hingga tuntas, penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat, keterbukaan perkembangan penyidikan, serta jaminan keamanan bagi mahasiswa Bone di Makassar.

Organisasi tersebut juga meminta agar perkembangan penanganan perkara disampaikan kepada keluarga korban dan publik secara proporsional, tanpa mengganggu kepentingan penyidikan dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

DPP KEPMI Bone menegaskan akan terus mengawal perkembangan perkara melalui langkah konstitusional dan bertanggung jawab.

Bagi KEPMI Bone, penangkapan dua terduga pelaku merupakan bagian dari proses penegakan hukum, bukan akhir dari pencarian keadilan bagi korban.

Mereka mengingatkan, hilangnya nyawa seorang mahasiswa tidak boleh berakhir hanya sebagai catatan pemberitaan tanpa penyelesaian hukum dan evaluasi serius terhadap keamanan mahasiswa di Kota Makassar.

“Usut tuntas, tegakkan keadilan, dan jamin keamanan mahasiswa Bone di Makassar,” demikian penegasan DPP KEPMI Bone. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan