Honor Pekerja Seni Gau Maraja 2026 Belum Dibayar, Disbud Bone Sebut Terkendala SOTK

Foto: Kadis Kebudayaan Bone, Andi Murni (pakaian dinas) saat menyaksikan oenapilan teater di Penjara Lama Bone oada momen Gau Maraja 2026. (Dok. ENews)
Foto: Kadis Kebudayaan Bone, Andi Murni (pakaian dinas) saat menyaksikan oenapilan teater di Penjara Lama Bone oada momen Gau Maraja 2026. (Dok. ENews)

ENEWS, BONE ••》Sejumlah pekerja seni yang terlibat dalam Festival Gau Maraja 2026 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan honor penampilan yang belum dibayarkan hampir sebulan setelah kegiatan berlangsung.

Salah seorang pekerja seni berinisial SY mengaku belum menerima honor atas penampilan kelompoknya yang membawakan pertunjukan ganrang-ganrang di Tana Bangkalae saat pembukaan festival pada 25 September 2026.

banner 728x250

SY mengatakan, pihaknya belum mendapat kepastian pembayaran karena Dinas Kebudayaan Bone dan event organizer (EO) yang dipimpin Juan Manyala saling mengarahkan ketika dihubungi.

“Sudah saya chat pihak Dinas Kebudayaan, tetapi diarahkan ke EO Bapak Juan Manyala. Saya juga menghubungi pihak EO, tetapi diarahkan kembali ke Dinas Kebudayaan. Jadi, kami sebagai talent ini pusing,” ungkap SY saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (19/10/2026).

Menurut SY, sebelum tampil, pihaknya mendapat informasi bahwa honor akan dibayarkan setelah penampilan selesai. Namun, hingga hampir sebulan berlalu, pembayaran tersebut belum diterima.

Ia menjelaskan, honor awal yang disepakati sebesar Rp3,5 juta untuk satu grup. Namun, dua hari sebelum tampil, pihak penyelenggara disebut meminta nominal tersebut diturunkan menjadi Rp3 juta. SY menyebut honor yang masih dipertanyakan pihaknya sebesar Rp3,5 juta.

Keluhan serupa disampaikan pekerja seni yang terlibat dalam pertunjukan teater di Penjara Lama Bone, Thahir Talas. Ia mengatakan, para talent dan kolaborator sebelumnya dijanjikan pembayaran paling lambat tujuh hari setelah kegiatan.

“Dijanjikan H+7 sudah aman, buktinya sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya kepada ENews Indonesia.

Thahir mengatakan, para talent dan kolaborator kini kebingungan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran honor. Menurut dia, sejumlah pekerja seni bahkan harus menggunakan dana pribadi atau mencari dana talangan untuk memenuhi kebutuhan produksi sebelum hari pelaksanaan.

Ia juga menyebut termin pertama atau uang muka telah digunakan untuk kebutuhan pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Andi Murni, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran berkaitan dengan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang berdampak pada proses administrasi.

“Terdapat empat OPD yang digabungkan hingga menghambat pencairan. Insya Allah pasti cair, namun diharap bersabar dulu karena ini sistem. Kita tidak bisa serta-merta langsung berbuat semaunya, ada aturannya. Uangnya ada, tunggu pencairannya,” jelas Andi Murni kepada ENews Indonesia.

Ia menambahkan, anggaran pembayaran tersebut dibebankan pada perangkat daerah hasil penyesuaian SOTK yang dimuat dalam rancangan perubahan APBD.

Untuk diketahui, Festival Gau Maraja 2026 merupakan festival seni budaya dan agraris yang digelar pada 25–30 September 2026 di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan