Kabut Asap Selimuti Makassar, Warga Diimbau Pakai Masker

Foto: Kabut asap selimuti Makassar akibat Karhutla di sejumlah wilayah.
Foto: Kabut asap selimuti Makassar akibat Karhutla di sejumlah wilayah.

ENEWS, MAKASSAR ••》Kabut asap menyelimuti Kota Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya hingga Rabu (14/10/2026). Penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data BMKG Wilayah IV Makassar, konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang masuk kategori tidak sehat.

banner 728x250

Kabut asap mulai dirasakan sejak Sabtu (10/10/2026) dan semakin memburuk hingga Selasa (13/10/2026). Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sebanyak tujuh penerbangan dilaporkan dibatalkan, sehingga berdampak pada sekitar 1.070 penumpang.

Salah satu sumber asap disebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar 20 hektare di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta sejumlah titik api di wilayah sekitarnya.

Data titik panas turut menjadi perhatian dalam kondisi tersebut. Pada Agustus 2026, BMKG mencatat 1.404 titik panas di Indonesia, dengan sebaran terbanyak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sementara itu, pemantauan pada 6 Oktober 2026 mendeteksi 1.201 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia. Pada 11 Oktober 2026, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk 71 titik di Kalimantan Barat dan 213 titik di Kalimantan Tengah.

Sebaran titik panas tersebut menunjukkan potensi karhutla masih perlu diwaspadai. Namun, titik panas yang terdeteksi satelit merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak serta-merta berarti seluruhnya merupakan kebakaran yang telah terkonfirmasi.

Sejumlah warga mengaku mengalami mata perih, tenggorokan tidak nyaman, dan tubuh terasa lemas. Udara juga terasa pengap, terutama pada pagi hingga malam hari.

Mengantisipasi dampak kesehatan, Pemerintah Kota Makassar menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bersiaga dan memantau perkembangan kualitas udara.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

“Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini,” ujar Appi dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom membagikan masker gratis kepada para siswa.

Masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

Warga juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang memburuk. (Angki Perdana)





Tinggalkan Balasan