Ketua DPRD Bone Desak ASDP Datangkan Kapal Lebih Besar ke Pelabuhan Bajoe

Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. (Dok. ENews)
Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. (Dok. ENews)

ENEWS, BONE ••》Ketua DPRD Kabupaten Bone mendesak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mendatangkan kapal berkapasitas lebih besar ke Pelabuhan Bajoe. Desakan itu disampaikan menyusul terus berulangnya antrean kendaraan dan penumpang yang dinilai sudah tidak sebanding dengan kapasitas layanan penyeberangan saat ini.

Permintaan tersebut sekaligus disebut sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan penumpukan antrean di pelabuhan-pelabuhan strategis segera ditangani.



Antrean di Pelabuhan Bajoe dilaporkan kerap memanjang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kondisi itu membuat pengguna jasa harus menunggu lama sebelum dapat menyeberang, sekaligus berpotensi mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.

“Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berlanjut. Sesuai arahan Bapak Presiden agar penumpukan antrean di pelabuhan segera diatasi, maka di Pelabuhan Bajoe langkah paling mendesak adalah mendatangkan kapal yang lebih besar,” ujar Ketua DPRD Bone, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan volume kendaraan dan penumpang harus diimbangi dengan kapasitas armada. Jika tidak, antrean akan terus berulang meski dilakukan pengaturan operasional di pelabuhan.

“Kapal yang ada saat ini sudah tidak sebanding lagi dengan volume kendaraan dan penumpang yang terus meningkat. Kami meminta ASDP tidak menunda-nunda lagi karena kondisi di lapangan sudah sangat mendesak,” tegasnya.

Ia meminta ASDP tidak hanya menambah kapasitas kapal, tetapi juga mengevaluasi frekuensi perjalanan. Penambahan trip dinilai dapat menjadi langkah cepat sembari menunggu kesiapan kapal berkapasitas lebih besar.

“Jika perlu, tambah juga frekuensi perjalanan agar antrean dapat terurai lebih cepat. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji,” katanya.

Selain mengurangi antrean, penggunaan kapal dengan kapasitas lebih besar diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan memberikan kepastian waktu perjalanan bagi masyarakat.

Ketua DPRD Bone juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam peningkatan layanan penyeberangan. Menurutnya, peningkatan kapasitas armada harus tetap disertai pemenuhan standar keselamatan pelayaran dan pelayanan penumpang.

Ia meminta ASDP segera memberikan kepastian mengenai rencana, jadwal, serta waktu operasional kapal berkapasitas lebih besar di Pelabuhan Bajoe.

“Kami akan terus memantau perkembangan ini. ASDP harus memberikan kepastian kapan kapal berkapasitas lebih besar itu didatangkan dan mulai dioperasikan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban antrean yang berulang,” pungkasnya. (ZUL | 7)





Tinggalkan Balasan