Breaking News: Sulbar Kembali Kehilangan Pejuang, Naharuddin Eks Sekretaris KAPP Berpulang

Ketgam: Drs. Naharuddin bin Djalil atau Nahar Strategis, eks Sekretaris Komite Aksi Pembentukan Provinsi (KAPP) Sulawesi Barat, berpulang di Makassar, Selasa (11/8/2026) sore. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, sahabat, dan para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.
Ketgam: Drs. Naharuddin bin Djalil atau Nahar Strategis, eks Sekretaris Komite Aksi Pembentukan Provinsi (KAPP) Sulawesi Barat, berpulang di Makassar, Selasa (11/8/2026) sore. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, sahabat, dan para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

ENEWS, MAKASSAR ••》Kabar duka kembali menyelimuti Sulawesi Barat. Salah satu tokoh yang pernah berdiri di barisan perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Naharuddin bin Djalil, mengembuskan napas terakhir di Makassar.

Naharuddin yang akrab disapa Nahar Strategis meninggal dunia pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WITA, di Rumah Sakit Chaliq Tajuddin, Daya, Makassar.



Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Sebelum kepergiannya, Naharuddin sempat menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi koma.

Kabar berpulangnya Naharuddin menjadi kehilangan besar, khususnya bagi keluarga, sahabat, dan mereka yang pernah berjalan bersamanya dalam perjalanan panjang memperjuangkan terbentuknya Sulawesi Barat.

Namanya tercatat dalam sejarah perjuangan tersebut.

Naharuddin merupakan mantan Sekretaris Komite Aksi Pembentukan Provinsi (KAPP) Sulbar, salah satu elemen yang berada dalam gerakan perjuangan pembentukan Sulawesi Barat hingga akhirnya provinsi ini berdiri sebagai daerah otonom.

Bagi mereka yang mengenalnya, Naharuddin bukan sekadar nama dalam catatan sejarah.

Ia adalah bagian dari perjalanan panjang itu.

Di tengah perjuangan yang tidak selalu mudah, ia bersama para pejuang Sulbar lainnya mencurahkan gagasan, tenaga, keberanian, dan waktu demi satu cita-cita: melihat wilayah Sulawesi Barat berdiri sebagai sebuah provinsi.

Kini, ketika Sulawesi Barat telah tumbuh dan terus melangkah, salah satu orang yang pernah ikut memperjuangkan kelahirannya justru telah pergi.

Kepergiannya meninggalkan ruang kosong bagi keluarga dan sahabat yang mengenalnya dekat. Namun lebih dari itu, kepergian Naharuddin juga menjadi pengingat bahwa di balik berdirinya Sulawesi Barat hari ini, ada nama-nama yang pernah berjuang jauh sebelum semua cita-cita itu menjadi kenyataan.

Ada orang-orang yang bekerja tanpa banyak sorotan.

Ada yang menghabiskan waktu dan tenaga untuk sebuah perjuangan yang hasilnya baru bisa dinikmati generasi setelahnya.

Dan Naharuddin adalah salah satunya.

Hari ini, Sulawesi Barat kehilangan seorang pejuang.

Tetapi sejarah tidak ikut kehilangan namanya.

Jejak perjuangan Naharuddin akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya Provinsi Sulawesi Barat.

Selamat jalan, Nahar Strategis.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan kesalahannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Jasamu dalam perjuangan lahirnya Sulawesi Barat akan tetap dikenang.

(Laporan: Muhammad Jufri)





Tinggalkan Balasan