ENEWS, MAJENE ••》Sejumlah pekerja proyek pembangunan gerai Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Manyamba Timur, Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, mengeluhkan upah kerja yang hingga kini belum dibayarkan meski proyek telah rampung.
Salah seorang pekerja sekaligus pengangkut material, Mardin, mengatakan pembangunan dimulai pada awal Ramadan dan selesai pada pertengahan Mei 2026.
Namun, hingga Rabu (24/6/2026), pembayaran upah para pekerja belum juga direalisasikan.
Menurut Mardin, saat proyek dimulai, pihak penanggung jawab menyampaikan bahwa upah pekerja akan dibayarkan setelah pembangunan selesai.
“Waktu awal pembangunan, kami dijanjikan bahwa setelah proyek rampung, investor akan langsung membayar upah pekerja. Namun sampai sekarang belum ada kepastian,” kata Mardin kepada Enewsindonesia.com, Rabu (24/7).
Ia mengaku kecewa karena selama ini hanya menerima janji tanpa kejelasan waktu pembayaran.
Mardin juga menyebut dirinya mengalami tekanan karena sebagian biaya operasional pengangkutan material menggunakan dana pribadi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Manyamba, Darwis, yang disebut sebagai penanggung jawab proyek, menyatakan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap pembayaran upah pekerja.
“Kalaupun pihak investor tidak membayar upah pekerja, saya sebagai penanggung jawab akan bertanggung jawab penuh,” ujar Darwis saat dikonfirmasi melalui telepon.
Darwis menjelaskan keterlambatan pembayaran diduga terkait persoalan administrasi di tingkat pusat, termasuk adanya pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia meminta para pekerja untuk bersabar sembari menunggu proses penyelesaian.
Selain itu, Darwis mengimbau agar persoalan tersebut terlebih dahulu dibicarakan secara langsung sebelum disampaikan ke pihak luar.
Saat dimintai kontak pihak investor untuk kepentingan konfirmasi lebih lanjut, Darwis tidak memberikan nomor yang dimaksud.
Ia beralasan khawatir pihak investor menilai persoalan tersebut telah disampaikan ke luar tanpa koordinasi.
Hingga berita ini diturunkan, Enewsindonesia.com masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak investor guna mendapatkan informasi yang berimbang terkait keterlambatan pembayaran upah pekerja tersebut.
(M. Kamil)






