Sinergitas Forbes dan Polres Bone: Bone Pasar Aktif Narkoba

Foto: Momen silaturahmi Kapolres Bone beserta jajarannya dari Satres Narkoba berasama Forbes Anti Narkoba Bone. (ENews)

ENEWS, BONE •• Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone menggelar silaturahmi bersama Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setio Budhi di Mapolres Bone, Senin (2/6/2025).

Pertemuan tersebut dalam rangka memperkuat sinergitas antara Polres Bone dan Forbes Anti Narkoba dalam mewujudkan Bone Zero Narkoba.

banner 728x250

Kapolres Bone AKBP Sugeng dalam pemaparannya menyampaikan, pihaknya senantiasa terbuka untuk bersinergi dengan semua pihak, termasuk Forbes Anti Narkoba.

“Kita (Polres Bone, red) memiliki kepentingan yang sama untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika,” katanya.

Sementara, Sekretaris Forbes Anti Narkoba Bone Andi Ardiman menjelaskan, tujuan pihaknya menemui Kapolres Bone, membangun sinergi strategis dalam penanganan dan pencegahan Narkoba di Kabupaten Bone.

Dipaparkannya, sesuai analisis situasi yang dilakukan Forbes Anti Narkoba, kasus Narkoba di Kabupaten Bone meningkat berpatok dari banyaknya penangkapan pengguna dan pengedar menunjukkan bahwa Bone bukan hanya jalur transit tapi juga pasar aktif.

“Peredaran merambah hingga desa-desa dan kalangan pelajar/mahasiswa,” katanya.

Poin kedua lanjut Ardiman, keterbatasan penanganan non-yustisial.

“Fokus masih pada penindakan (represif), belum menyentuh aspek rehabilitasi dan edukasi secara menyeluruh. Minimnya program re-integrasi sosial bagi mantan pengguna,” terangnya.

Selanjutnya, minimnya keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan Narkoba.

“Banyak tokoh masyarakat/pemuda belum dilibatkan aktif. Kurangnya sosialisasi masif dan edukasi berbasis komunitas,” imbuhnya.

Darinya itu kata Ardiman, peran Forbes Anti Narkoba sebagai mitra strategis kepolisian, Forbes Anti Narkoba aktif di akar rumput dan memiliki jaringan lintas komunitas.

“Kami siap membantu kepolisian dalam program pencegahan, edukasi, dan penguatan kampung bersih narkoba,” ucapnya.

Ditambahkannya, poin penting dalam audiensi tersebut yaitu, penguatan sinergi.

“Kami meminta akses dan percepatan data penangkapan, kejelasan status pelaku yang ditangkap (pengedar/ pengguna), pelaku yang berstatus DPO, dan tren peredaran narkoba untuk keperluan edukasi, media, dalam rangka pengawalan dan intervensi komunitas,” imbuhnya.

“Permintaan pelibatan Forbes Anti Narkoba dalam giat kepolisian seperti penyuluhan, razia edukatif, penyadaran dan pelibatan pemuda serta pembentukan kader relawan anti-narkoba di setiap kecamatan, kelurahan, dan desa,” pungkasnya.

(Mienk/Redaksi)





Tinggalkan Balasan