ENEWS PEMILU •• Pemberitaan mengenai pernyataan Andi Irwandi Natsir yang menyoroti ketidakefektifan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Bone menarik perhatian berbagai kalangan.
Dalam komentarnya, Andi Irwandi yang merupakan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bone nomor urut 2 itu mengungkapkan bahwa meskipun bantuan alsintan dari pemerintah telah diberikan, petani tetap kesulitan jika harga hasil panen mereka terus anjlok.
Hal ini memicu diskusi lebih lanjut di masyarakat, tak luput kalangan praktisi hukum bisnis yang melihat isu ini tidak hanya dari sudut pandang pertanian tetapi juga regulasi dan kebijakan ekonomi.
Umar Azmar MF, M.H., praktisi hukum bisnis dari Kantor Hukum Pawero, memberikan pandangannya.
Menurutnya, pemberitaan ini sangat relevan bagi penguatan sektor pertanian di daerah seperti Kabupaten Bone, yang memiliki potensi besar dalam hasil pertanian tetapi sering terhambat oleh ketidakstabilan harga pasar.
“Dari sudut pandang hukum bisnis, masalah utama yang dihadapi petani di Kabupaten Bone dan daerah lainnya adalah ketidakpastian harga. Tanpa komitmen terhadap stabilitas harga jual hasil pertanian, pada akhirnya bantuan bibit, pupuk, dan alsintan hanya akan sia-sia,” ujar Umar.
Ia juga menekankan bahwa keberpihakan terhadap petani harus mencakup kebijakan yang melindungi mereka dari fluktuasi harga pasar yang merugikan.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi pemberitaan ini karena membawa perhatian publik terhadap tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Kabupaten Bone.
Menurutnya, permasalahan ini memerlukan solusi yang lebih terintegrasi antara fasilitas pertanian dengan kebijakan harga yang adil.
“Kebijakan yang berkelanjutan harus melibatkan stabilitas harga komoditas dan dukungan dari sektor bisnis, agar petani bisa berkembang lebih baik,” katanya.
Umar berharap, dengan adanya pemberitaan ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan di Bone akan lebih memperhatikan aspek ekonomi dan regulasi yang memengaruhi kehidupan petani.
“Serta mendorong kebijakan yang tidak hanya berfokus pada alat, tetapi juga menjamin kesejahteraan yang berkelanjutan bagi petani,” tandasnya.
Sebelumnya diwartakan, Cawabup Bone pasanangan Tegak Lurus menggelar kampanye di kegiatan pesta panen di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Kamis (10/10).
Andi Irwandi menyampaikan bahwasanya petani tidak boleh menjadi sekedar alat kerja oleh kelompok tertentu.
Menurutnya, kehadiran alsintan, bibit dan pupuk tidak mengangkat derajat kesejahteraan kaum tani.
“Tidak ada gunanya gelontoran alsintan, bibit unggul dan pupuk berlimpah, jikalau pada ujungnya harga anjlok. Ketika produksi panen meningkat tidak berbanding lurus dengan harga beli, maka petani hanya menjadi pekerja untuk kelompok tertentu, derajat kesejahteraan tidak ikut terangkat dan program kami hadir untuk itu, menjaga stabilitas harga di Kabupaten Bone,” lanjutnya. (Enews)






