ENEWS BONE •• Rabu 26 Juni 2024, waktu menunjukkan pukul 09.00 Wita, sekelompok masyarakat berkumpul di Tugu Jam Kota Watampone. Terlihat dari kejauhan, di baju mereka tertulis Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone dengan berbagai macam desain.
Tampak juga mereka membawa bendera besar berwarna merah bertuliskan Forbes dan bendera-bendera kecil berwarna putih juga bertuliskan Forbes.
Yah, mereka merupakan beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone.
Mereka menggelar aksi unjuk rasa di momen Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2024.
Namun ada yang menarik perhatian dari salah seorang peserta aksi tersebut. Tampak di tengah kerumunan seorang pria penyandang disabilitas.
Tampak kedua kakinya tidak normal (cacat) hingga membuatnya mengalami keterbatasan untuk mengerjakan aktivitasnya sehari-hari.
Namanya Andi Basir, umurnya kurang lebih 45 tahun. Ia merupakan marbot masjid Al-Muhajirin BTN Timurama2 Jl. S. Musi, Kabupatrn Bone.

Andi Basir mempunya kaki namun tidak normal seperti pada umumnya. Dalam keseharian ia mampu menggunakan kendaraan roda dua (motor) namun telah dirakit menjadi roda tiga untuk memudahkannya kemana-mana.
Dengan keterbatasannya itu, tak menurunkan semangatnya untuk ikut berpartisipasi memberantas narkoba di Kabupaten Bone dengan ikut serta bergabung di Forbes Anti Narkoba Bone.
“Saya perihatin melihat maraknya peredaran narkoba dan saya bersama Forbes Anti Narkoba turun aksi, karena saya tidak mau melihat saudara-saudara saya terlibat narkoba,” kata Andi Basir kepada Enewsindonesia.com.
Andi Basir mengungkapkan, keterbatasan fisik dialaminya semenjak ia lahir. Namun hal itu tak menyurutkan langkah-langkahnya untuk kebaikan dan berpesan kepada kebaikan.
Penulis seringkali melihat sosok pria bujang itu di beberapa kegiatan-kegiatan sosial lainnya.
“Mari kita kawal terus kasus Jhon si bos narkoba Bone dan in shaa Allaah siap turun aksi demo,” tegasnya. (Lee)






