ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Polemik hasil pengumuman tes wawancara perekrutan Panitia Pemilihan Suara (PPS) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yanh disoroti sejumlah pihak terus bergulir.
Diketahui, pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone tersebut telah beredar pada hari Selasa (24/1/2023).
Terbaru, salah seorang warga Desa Talungeng, Kecamatan Barebbo, Andi Erwan mengaku diinfokan oleh ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Isharul Haq melalui keluarganya dua hari sebelum pengumuman untuk menyiapkan baju jas persiapan pelantikan.
“Adik saya yang mengikuti tes, melalui keluarga, ketua Komisioner menyatakan adik saya lolos dan diarahkan untuk menyiapkan persiapan pelantikan,” sebut Andi Erwan kepada Enews Indonesia melalui sambungan telpon seluler, Jum’at (27/1/2023).
“Semua bukti percakapan ada saya simpan,” sambungnya.
Ia melanjutkan, setelah pengumuman, ternyata nama adiknya tidak ada.
“Saya hubungi ketua Komisioner KPU tapi tidak dibalas, sementara pihak keluarga saya yang berhubungan langsung dengan dia sudah diblokir,” ungkapnya.
Andi Erwan menyebut, nama adiknya dihapus karena adanya intervensi dari pihak luar yang ia sebut lawan politik pihaknya di Desa Talungeng.
“Ada intervensi terkait masalah politik dan sengketa,” ujarnya.
Saat pelantikan pun, Andi Erwan mengaku memberanikan diri menemui ketua Komisioner KPU Isharul Haq di stadion Lapatau, namun ia mengaku dirinya diacuhkan.






