ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) sejak 12 September 2022 lalu.
Secara total dana yang disalurkan/gunakan untuk penyaluran BLT BBM Rp600.000 kepada 20,65 juta penerimaan yang tersebar di seluruh Indonesia ini mencapai Rp12,39 Triliun.
Akan tetapi terungkap fakta BLT BBM yang telah disalurkan, kepada penerima itu tidak tepat sasaran di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Dari hasil investigasi Enewsindonesiacom, masih banyak masyarakat kalangan bawah/masyarakat miskin yang tidak mendapatkan BLT BBM.
Salah satu masyarakat bernama Desni M, mengaku belum mendapatkan bantuan BLT BBM.
“Cuma saya pernah mendapatkan bantuan beras 3 sak waktu hari raya. Di sekitar kami ini yang dapat hanya sekitar 5 orang saja, yang lain itu sudah tidak dapat,” sebut Desni, Sabtu (24/9/2022).
Warga lain, Ninang juga mengungkapkan hal yang sama. Ninang mengaku tidak mendapatkan bantuan BLT BBM bahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
“Kalau semisalnya bantuan BLT BBM ini menggunakan data lama, pasti dalam satu Kartu Keluarga (KK) itu diantara satu orang pasti dapat. Tapi ini kan, dalam satu rumah dan satu KK itu biar satu orang pun tidak ada yang dapat,” ujarnya.
Ninang berharap mudah-mudahan di tahap ke dua dia bisa mendapatkan bantuan BLT BBM melihat kondisi BBM yang sangat mahal.
“Kadang motor kami tidak bisa jalan, sedangkan kita mau beli BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU itu harus ada STNK kalau tidak ada merek (Dorang) tidak kasih,” katanya.
“Mereka hanya kasih minyak yang mahal saja,” sambungnya.






