Video: Konsumen Keluhkan Pelayanan J&T di Ambon dan Klarifikasi Pihak Perusahaan

Featured Video Play Icon

ENEWS AMBON – Untuk mengklarifikasi video yang beredar terkait keluhan warga Kota Ambon tentang buruknya pelayanan J&T Teluk Ambon, asisten general manejer J&T, Reja langsung menghubungi Alfaji Payapo yang memviralkan video tersebut karena merasa tidak nyaman dengan pelayanan J&T Teluk Ambon.

Dalam percakapan melalui telpon seluler yang diunggah melalui akun tiktok @lokeramboncom, Sabtu (3/9/2022) Alfaji diminta untuk menceritakan keluhannya.



Alfaji menjelaskan, saat dia mengecek resi paket pesanannya via online statusnya terkirim bahkan sudah tercantum nama penerima paket tersebut, akan tetapi nyatanya paket barangnya belum sampai ke alamat tertera, itulah membuatnya tidak nyaman.

Mendengar penjelasan tersebut, Reja langsung meminta maaf atas nama J&T. Reja berkata, dia menghubungi Alfaji karena kebetulan dirinya berada di Kota Ambon.

Menurut Reja, sebenarnya ini tanggung jawab Regional Manejer, namun belum ada penanganan sampai sekarang,

“Makanya berita ini langsung masuk ke saya dan terutama saya mau minta maaf,” tuturnya.

Reja pun bertanya apa solusinya agar video yang telah beredar itu bisa ditarik.

Sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan Reja, Alfaji bercerita kalau istrinya juga pernah mendapatkan pelayanan buruk dari J&T Teluk Ambon ini.

“Istri saya pernah ditelpon sama kurir untuk diantarkan barang, istri saya bilang oke ditunggu. Kami tunggu tapi kurirnya tidak datang. Besoknya kami telpon lagi tapi tidak direspon, makanya saya langsung mencari akun Instagram resminya J&T lalu saya ambil nomor HP, setelah itu saya sampaikan keluhan langsung ke pusat, kejadian ini sekitar 4 bulan yang lalu,” benernya.

Mendengar keluhan itu, kata Alfaji, pihak J&T pusat berjanji untuk memperbaiki manejemen yang ada di Ambon.

“Setelah itu terjadi lagi hal serupa, makanya saya anggap bahwa pihak J&T tidak kooperatif,” sambungnya.

“Saya kebetulan Admin lowongan kerja Kota Ambon, banyak yang mengeluh ke saya. Setiap saya posting loker dari J&T banyak yang mengeluh, makanya saya menganggap pihak J&T tidak kooperatif. Dalam hal melayani jasa pengiriman, tujuan utamanya adalah untuk kenyamanan masyarakat. Tapi kalau seperti ini mending tidak ada operasional J&T di kota Ambon biar kita pake jasa pengiriman yang lain,”jelas Alfaji.

“Ok, dengan kerendahan hati, tolong kasi kami waktu untuk memperbaiki operasional di kota Ambon. Saya tahu dan saya paham betul, keluhan costumer yang ada di Kota Ambon. Prioritas kami dari J&T adalah kepuasan costumer. Kami berterima kasih atas keluhan yang bapak sampaikan dan sudah masuk ke saya, makanya bapak orang pertama yang saya hubungi di kota Ambon ini,” jelas Reja menanggapi keluhan Alfaji.

Alfaji menyampaikan, dia akan take down video yang sudah viral dan membuat video pernyataannya terhadap J&T kalau memang betul pihak J&T sudah klarifikasi dengan saya untuk menciptakan atau merubah birokrasinya di Ambon.

Selain itu, Alfaji meminta pada pihak J&T supaya membuat video permintaan maaf bukan hanya untuk dirinya, tapi kepada seluruh costumer yang sudah merasa dirugikan dan dipublikasikan.

Mendengar permintaan tersebut, pihak J&T meminta untuk bertemu langsung dengan Alfaji.

Jurnalis: Ikbal Tehuayo

Editor: Abdul Muhaimin





Tinggalkan Balasan