ENEWS, MAKASSAR ••》Upaya reformasi kepolisian dan penguatan supremasi hukum di Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan berbagai kalangan. Akademisi, aktivis, hingga masyarakat sipil mendorong institusi kepolisian agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.
Sejumlah forum diskusi dan dialog publik yang digelar di berbagai kampus di Makassar menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh kepolisian guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Ketua Umum DPK KEPMI Bone TA-TG Unismuh Makassar, Alfiansyah, mengatakan reformasi kepolisian harus terus diperkuat agar penegakan hukum berjalan adil dan tidak tebang pilih.
“Reformasi kepolisian perlu terus didorong agar institusi penegak hukum semakin profesional, transparan, dan benar-benar hadir memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujar Alfiansyah, Selasa (10/3/2025).
Ia menilai supremasi hukum hanya dapat terwujud jika semua pihak, termasuk aparat negara, tunduk pada aturan yang berlaku.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih. Profesionalitas dan integritas aparat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat sipil juga mendorong penguatan mekanisme pengawasan terhadap kinerja kepolisian guna mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang serta memastikan setiap pelanggaran dapat diproses secara transparan dan sesuai hukum.
Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan kapasitas personel, serta memperkuat pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Dengan berbagai dorongan tersebut, reformasi kepolisian di Sulawesi Selatan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. (Red)






