Rumah Baca Rumi Bahas IPM Bone

Foto: Momen kegiatan diskusi yang digelar Rumah Baca Rumi yang berlangsung di Cafe Warlord, Sabtu (29/11/2025), dihadiri para pemuda, pegiat literasi, pemerhati pendidikan, hingga komunitas budaya Kabupaten Bone. (Dok Zera)

ENEWS, BONE •• Ruma Baca Rumi kembali menghadirkan ruang diskusi kritis melalui dialog bersama komunitas Dialektika Tumbuh, mengangkat tema: “Mendobrak Stagnasi IPM Literasi, Teknologi, dan Budaya sebagai Motor Lompatan Peradaban.”

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Warlord, Sabtu (29/11/2025), dihadiri para pemuda, pegiat literasi, pemerhati pendidikan, hingga komunitas budaya Kabupaten Bone.



Suasana diskusi berlangsung hangat namun penuh kegelisahan intelektual, mencerminkan kegelisahan generasi muda melihat lambatnya pembangunan daerah yang belum menyentuh persoalan mendasar masyarakat.

Pada sesi pemantik, Ketua Rumah Baca Rumi, A. Geerhand menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi utama dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami realitas, berpikir kritis, serta menciptakan solusi.

Pernyataan itu menjadi sorotan mengingat IPM Kabupaten Bone masih berada pada posisi kedua terakhir di Sulawesi Selatan.

Geerhand juga menilai pembangunan selama ini kerap hanya berdampak pada kelompok tertentu yang memiliki akses dan posisi strategis.

Sementara itu, masyarakat umum khususnya pemuda dan perempuan sering tidak memperoleh ruang yang cukup untuk mengembangkan kapasitasnya.

“Pembangunan manusia tidak boleh elitis. Ia harus merata, berakar, dan memampukan semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Isu keterbatasan ruang berekspresi bagi perempuan turut mengemuka dalam diskusi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, perempuan di banyak wilayah termasuk Bone masih terkungkung batasan sosial dan stigma budaya.

Peserta dialog mendorong hadirnya ruang aman dan setara bagi perempuan untuk berkarya, menyuarakan gagasan, serta memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan dan teknologi.

Melalui kegiatan ini, Ruma Baca Rumi bersama komunitas pemuda berupaya membangun ruang dialektika tumbuh sebuah wadah untuk bertukar pikiran, mengkritisi kondisi daerah, mengidentifikasi persoalan, dan merumuskan alternatif solusi.

Diskusi ini tidak hanya ditujukan sebagai forum wacana, tetapi sebagai momentum refleksi kolektif yang diharapkan melahirkan aksi nyata.

Dialog tersebut bertujuan mengevaluasi dan menyusun langkah strategis dalam memperkuat literasi, meningkatkan penguasaan teknologi, memperkaya budaya lokal, sekaligus mempercepat peningkatan IPM Kabupaten Bone.

Para peserta berharap gerakan kecil seperti ini menjadi percikan awal perubahan yang lebih besar perubahan yang lahir dari kegelisahan pemuda dan bergerak menuju peradaban Bone yang lebih maju.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan suatu daerah bukan hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keberanian generasi muda untuk terus bertanya, berdialog, dan mengambil peran.

Jurnalis:
Zhera Syarnia





Tinggalkan Balasan