“Kado Ulang Tahun” Rektor, Demo Mahasiswa IAIN Bone Berujung Ricuh

ENEWS, BONE ••》Aksi Aliansi Mahasiswa IAIN Bone (AMIB) di Kampus IAIN Bone, Kamis (3/9/2026), berujung ricuh. Mahasiswa mendesak rektorat membuka secara transparan pengelolaan anggaran kampus.

Aksi yang bertepatan dengan hari ulang tahun Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. H. Lukman Arake, tersebut mengusung isu “IAIN Bone Darurat Anggaran Jilid II”.

banner 728x250

Ketegangan pecah ketika massa aksi hendak menuju halaman Kantor Rektorat. Aparat pengamanan kampus menghadang mahasiswa hingga terjadi aksi saling dorong.

Wakil Rektor IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, M.Ag., terlihat berada di tengah kerumunan dan ikut menghalau massa. Sikap tersebut kemudian dipersoalkan mahasiswa karena dinilai tidak mencerminkan peran pimpinan kampus sebagai pihak yang seharusnya membuka ruang dialog.

Korlap AMIB, Farel, mengatakan inti aksi adalah tuntutan keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran kampus.

“Kami menilai selama ini pihak kampus cenderung menutup akses informasi publik terkait transparansi anggaran. Padahal, informasi ini merupakan hak yang seharusnya dapat diakses oleh seluruh civitas akademika maupun masyarakat luas,” tegas Farel.

Mahasiswa meminta rektorat menjelaskan penggunaan anggaran yang berkaitan dengan KIP Kuliah, PBAK, KKN, serta fasilitas kampus.

AMIB menegaskan tuntutan tersebut bukan tuduhan telah terjadi tindak pidana atau penyimpangan anggaran. Mahasiswa hanya meminta pihak kampus membuka data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jenderal Lapangan AMIB, Rian, mengatakan mahasiswa tidak akan menghentikan pengawalan sebelum mendapat kejelasan dari rektorat.

“Transparansi anggaran bukan hal yang bisa ditawar-tawar, melainkan hak mendasar yang wajib dipenuhi oleh pihak kampus kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat,” tegas Rian.

Menurut AMIB, isu transparansi anggaran sebelumnya telah disuarakan dalam aksi serupa. Namun, mahasiswa menilai belum ada penjelasan yang memuaskan.

Mereka kini mendesak rektorat membuka ruang dialog dan data penggunaan anggaran. Jika tuntutan kembali tidak mendapat respons, AMIB mengancam menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar.

Rektor Belum Buka Suara

Hingga berita ini diterbitkan, Rektor IAIN Bone Prof. Dr. H. Lukman Arake belum memberikan tanggapan terkait tuntutan mahasiswa maupun kericuhan dalam aksi tersebut.

Konfirmasi ENews Indonesia.com kepada Rektor belum mendapat respons.

Dengan demikian, tudingan mengenai ketidaktransparanan anggaran tersebut masih merupakan klaim mahasiswa dan belum mendapat penjelasan atau bantahan resmi dari pihak rektorat. (Zul|7)