Sekolah Rakyat di Sambaliwali Capai 92 Persen, Persiapan MPLS Terus Dikebut

Ahmad Darozi (tengah) Kepala Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat dari PT Hutama karya.
Ahmad Darozi (tengah) Kepala Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat dari PT Hutama karya.

ENEWS, POLMAN ••》Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, telah mencapai progres 92 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat Polman dari PT Hutama Karya (HK), Achmad Darozi, saat Pemerintah Daerah Polman melakukan kunjungan dan pemantauan pembangunan SR di Desa Sambaliwali, Kamis (10/9/2026).

banner 728x250

Achmad mengatakan, pekerjaan yang tersisa sekitar 8 persen akan terus diselesaikan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera difungsikan.

Menurutnya, capaian 92 persen mencakup sejumlah pekerjaan utama, seperti pasak keliling, struktur bangunan, hingga pembangunan jalan akses menuju kawasan Sekolah Rakyat.

Adapun pekerjaan yang masih dalam tahap penyelesaian meliputi pemasangan hidran kawasan dan kipas angin di sejumlah ruangan.

Untuk kebutuhan listrik, jaringan PLN telah masuk ke kawasan Sekolah Rakyat. Tiang listrik juga telah terpasang dan saat ini tinggal dilakukan penyambungan aliran listrik ke fasilitas yang tersedia.

“Kalau pemasangan aliran listrik sudah masuk di SR, PLN sudah memasang tiang. Tinggal kita sambungkan aliran listriknya,” kata Achmad Darozi.

Sekolah Rakyat tersebut terdiri atas sekitar 15 gedung dengan berbagai fungsi, di antaranya rumah tamu (guest house), tiga gedung asrama, rusun guru, kantin, dapur, masjid, serta sejumlah bangunan pendukung lainnya.

Meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, pihak pelaksana terus menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih tersisa. Hal ini berkaitan dengan rencana kedatangan Pemerintah Daerah Polman pada 15 September 2026 untuk kembali memastikan kesiapan fasilitas dan lingkungan sekolah.

Pemantauan tersebut sekaligus menjadi dasar untuk menentukan kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.

Achmad mengatakan pelaksanaan MPLS akan menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan lingkungan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah diharapkan kembali melakukan pemantauan pada tanggal tersebut untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung telah siap digunakan.

“Makanya disampaikan kepada pemerintah daerah yang hari ini melakukan pemantauan untuk kembali lagi di tanggal 15 September itu, memastikan kesiapan untuk pembukaan MPLS siswa baru Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 92 persen, penyelesaian sisa pekerjaan menjadi fokus agar Sekolah Rakyat di Desa Sambaliwali dapat segera difungsikan dan mendukung kegiatan pendidikan bagi siswa baru. (Hasbi Waluyo)