Rizal, Oknum PNS Puskesmas Salomekko Diringkus Polisi Bersama 7,84 Gram Sabu

Foto: Oknum PNS Puskesmas Salomekko, Rizal bersama barang bukti sabu seberat 7,84 gram. (ENews)

ENews, Bone •• Seorang satpam bernama Numang (34) yang merupakan warga Lingkungan Tangka-Tangka, Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone diringkus polisi dari Sat Res Narkoba Polres Bone pada Sabtu 13 September 2025 sekira pukul 14.00 Wita lalu.

Numang tertangkap tangan menyimpan 1 sachet kecil sabu seberat 0,13 gram yang disembunyikan dalam silikon ponselnya.



Saat diintoregasi polisi, Numang mengaku bahwa barang haram tersebut dibelinya dari seorang pria bernama Rizal seharga Rp250.000 untuk kemudian diserahkan kepada orang lain.

Berdasarkan keterangan Numang, polisi bergerak cepat dan menangkap Rizal (41) yang merupakan PNS Puskesmas Salomekko sekira pukul 14.30 Wita di hari yang sama.

Dari penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan 8 paket sabu ukuran sedang dengan berat total 7,84 gram, serta uang tunai Rp250.000 hasil transaksi narkoba.

“Rizal mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang bernama HR (yang sudah lebih dulu ditangkap), dengan harga Rp14 juta. Rencananya, sabu itu sebagian dijual dan sebagian dikonsumsi sendiri,” jelas Kasihumas Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar melalui keterangan tertulisnya, Rabu 17 September 2025.

Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan AG (24), warga Lingkungan Tangka-Tangka, namun setelah pemeriksaan dan hasil tes urine negatif, ia dinyatakan tidak terlibat dan dikembalikan ke keluarganya.

Numang dan Rizal disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Puskesmas Kecamatan Salomekko bernama Risal dikabarkan diringkus polisi dari unit Sat Res Narkoba Polres Bone, Sabtu 13 September 2025.

Hal itu disampaikan Ketua Forbes Kecamatan Tonra, Andi Amka Amin.

“Risal diringkus bersama dua orang temannya,” kata Andi Amka kepada ENews Indonesia.

Salah seorang warga Salomekko yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan kabar tersebut.

“Saya tetangga sama terduga pelaku. Memang sudah lama meresahkan masayarakat Salomekko,” ungkap warga tersebut yang meminta identitasnya tak disebutkan kepada ENews Indonesia. (Red)





Tinggalkan Balasan