Majene  

Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Majene, Ini Tuntutannya

MAJENE, SULBAR •• Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan dirnya Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor bupati Majene, Sulawesi Barat dengan membawa beberapa tuntutan, Selasa (8/2/2021).

Mahasiswa menuntut perbaikan asrama mahasiswa yang berada di Jogjakarta, transparansi beasiswa miskin dan berprestasi, serta pembentukan posko pendidikan desa dan kelurahan.



Aksi demonstrasi mahasiswa sedikit memanas diakibatkan, bupati Majene Andi Ahmad Syukri Tammalele yang diminta menemui mereka tidak sedang berada di tempat dikarenakan sedang menghadiri agenda lain, namun para demonstran tidak ingin jika ada perwakilan yang mewakili bupati menemui mereka.

Jenderal lapangan aksi, Abdul Muid yang dikonfirmasi oleh beberapa awak media meminta bahwaagar pemerintah Kabupaten Majene atau Bupati majene memperhatikan tuntutan yang mereka bawa dan sampaikan.

“Saat ini asrama mahasiswa Majene yang di Jogjakarta saat ini sangat  memprihatinkan dan rapuh, jadi harusnya pemerintah proaktif  jangan cuma janji-janji,” kata Abdul Muid yang merupakan mahasiswa Cokrominoto Jogjakarta tersebut.

Abdul Muid menambahkan terkait transparansi dana beasiswa miskin dan berprestasi itu juga tidak transparan kepada publik karena justru yang dibantu hanya orang tertentu saja, jadi kesannya ada dugaan nepotisme.

“Kemudian agar posko pendidikan di desa dan kelurahan, segera dibentuk agar tujuannya, menyelesaikan persoalan pendidikan apalagi Majene adalah kota pendidikan dan kami tidak ingin perwakilan bupati yang menemui kami untuk dialog atas persoalan ini,” tegas Abdul muid kepada sejumlah awak media.

Setelah di wawancarai oleh beberapa awak media, Abdul Muid kembali berorasi dengan mengatakan akan membawa massa yang lebih banyak apabila bupati Majene tidak menemui mereka dan apapun sanksinya dirinya siap menanggungnya.

Kadis pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mithar Ali yang dikonfirmasi melalui chat Whatsapp tidak tahu menahu soal dana beasiswa miskin dan berprestasi yang menjadi salah satu tuntutan mahasiswa. Alasannya mengingat dirinya belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Saya tidak tahu karena bukanpi saya yang tahu (saya belum tahu karena saya belum menjabat waktu itu. Red),” ucapnya melalui chat Whatssap.

Reporter: Arfan Renaldi

Editor: Abdul Muhaimin





Tinggalkan Balasan