ENEWS, JAKARTA ••》Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa LPDP–PKUMI Tahun 2026. Program ini digagas Masjid Istiqlal untuk mencetak kader ulama yang moderat, inklusif, dan berwawasan nasional serta internasional.
Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyatakan bahwa PKUMI merupakan program strategis dalam memperkuat peran Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia.
Menurutnya, PKUMI berkontribusi memperkokoh posisi Islam Indonesia yang moderat dan inklusif.
Beasiswa LPDP–PKUMI merupakan beasiswa penuh untuk tiga program studi pascasarjana, yakni S2 Pendidikan Kader Ulama, S2 Pendidikan Kader Ulama Perempuan, dan S3 Pendidikan Kader Ulama.
Program ini menggunakan kurikulum terintegrasi yang meliputi pendidikan akademik di Universitas PTIQ, kurikulum keulamaan di Masjid Istiqlal dan asrama mahasiswa, serta program short course di luar negeri.
Selama masa studi, peserta dibina langsung oleh ulama berkaliber nasional dan internasional di lingkungan Masjid Istiqlal.
Kurikulum dirancang dengan memadukan ilmu keislaman klasik dan kontemporer guna melahirkan pemimpin umat yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan wawasan.
Pendaftaran online dibuka mulai 15 hingga 29 Januari 2026. Tahapan seleksi meliputi verifikasi administrasi pada 30 Januari–1 Februari, masa sanggah pada 3–4 Februari, wawancara Letter of Acceptance (LoA) pada 5–7 Februari, serta pengumuman hasil akhir LoA pada 9 Februari 2026.
Informasi dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi pmbpku.istiqlal.or.id.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp300.003 untuk program S2 dan Rp500.005 untuk program S3, yang dibayarkan melalui Bank Mega Syariah atas nama Badan Pengelola Masjid Istiqlal.
Beasiswa LPDP menanggung penuh biaya pendidikan dan biaya hidup peserta.
Selain itu, peserta yang telah memperoleh LoA PKUMI dibebaskan dari kewajiban mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP.
Manajer Akademik PKUMI, Dr. Nur Rofiah, menegaskan bahwa PKUMI tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan intensif untuk melahirkan ulama yang siap menjadi rujukan umat.
Setiap peserta diwajibkan menandatangani komitmen tidak mendaftar CPNS selama masa studi dan bersedia tinggal di asrama.
Sementara itu, Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., menyatakan bahwa program ini dirancang untuk mencetak ulama berakhlak mulia yang menguasai keilmuan Islam klasik dan kontemporer serta mampu berperan di tingkat lokal, nasional, hingga global. Pendaftaran ditutup pada 29 Januari 2026.






