Penambak Cenrana Bone Resah, Tak Berani Tinggalkan Empang karena Maraknya Sabu

Ketgam: Sejumlah petani tambak beraktivitas di kawasan tambak Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Warga mengaku semakin resah dan memilih menjaga tambak karena khawatir maraknya aksi pencurian yang mereka kaitkan dengan dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Foto: ENews Indonesia.
Ketgam: Sejumlah petani tambak beraktivitas di kawasan tambak Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Warga mengaku semakin resah dan memilih menjaga tambak karena khawatir maraknya aksi pencurian yang mereka kaitkan dengan dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Foto: ENews Indonesia.

ENEWS, BONE — Warga Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan maraknya dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang dinilai telah memicu keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut disebut tidak hanya mengancam generasi muda, tetapi juga berdampak pada meningkatnya tindak kriminalitas di wilayah itu.

Sejumlah petani tambak ikan, kepiting dan rumput laut mengaku kini tidak lagi berani meninggalkan tambak dalam waktu lama karena khawatir hasil tambaknya dicuri.

banner 728x250

“Biasanya kami bisa pulang ke rumah untuk beristirahat satu hari atau lebih. Sekarang kami tidak berani meninggalkan tambak karena aksi pencurian semakin sering terjadi sejak sabu-sabu marak,” ujar seorang penambak yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada jurnalis ENews Indonesia, Minggu (12/7/2026).

Keresahan warga semakin menguat setelah adanya sejumlah pengungkapan kasus narkotika di Kecamatan Cenrana. Sebelumnya, aparat mengamankan seorang pria berinisial AA dalam perkara narkotika.

Dalam penanganan kasus lain, ENews Indonesia menghimpun informasi bahwa aparat juga mengamankan seorang pria berinisial IR yang diduga sebagai pengedar narkotika dengan barang bukti sekitar 10 gram sabu. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan.

Meski demikian, warga menduga peredaran narkotika di Kecamatan Cenrana belum sepenuhnya terungkap. Mereka meyakini masih ada pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu.

Sejumlah warga juga mengaku kerap melihat aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika di sekitar kawasan pasar.

Selain itu, beredar dugaan bahwa sebagian oknum pekerja tambak turut menyalahgunakan sabu. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Informasi lain yang dihimpun ENews Indonesia menyebutkan dugaan keterkaitan penyalahgunaan narkotika dengan tindak pidana pencurian.

Berdasarkan keterangan sumber, empat pemuda yang diamankan dalam kasus dugaan pencurian di rumah majikannya mengaku melakukan aksi tersebut untuk memperoleh uang membeli sabu.

“Ada empat orang ditangkap karena mencuri di rumah bosnya. Pengakuannya untuk beli sabu dari orang berinisial A,” ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pernyataan tersebut masih sebatas pengakuan warga yang disampaikan kepada ENews Indonesia dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga berharap aparat penegak hukum meningkatkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Kecamatan Cenrana agar situasi keamanan kembali kondusif serta dapat menekan dampak sosial yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. (Try Ardiansyah)





Tinggalkan Balasan