banner 728x250

Kebijakan Penutupan Puskesmas Tutar Menuai Kritik

  • Bagikan
Abdul Rauf tokoh masyarakat Kecamatan Tutar yang juga sebagai Mara’dia Padangmawall.

Enewsindonesia.com – Puskesmas Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditutup sementara waktu, karena ada salah satu pasien yang berkunjung ke Puskesmas diduga reaktif positif Covid-19, dan penutupan itu menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Kritikan tersebut, juga datangnya dari salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Tutar, Abdul Rauf yang juga sebagai Mara’dia Padangmawalle, sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh Kepala Puskesmas Tutar.

Menurut beliau, mestinya kebijakan yang di ambil oleh dr. Sudirman selaku Kepala Puskesmas Tutar tidak serta merta langsung menutup puskesmas tersebut karena kasihan masyarakat yang ingin berobat.

“Kita kasihan kepada masyarakat yang ini berobat jika puskesmas ditutup, karena harus ke Puskesmas Batupanga Daala, Kecamatan Luyo untuk berobat, jaraknya sangat jauh, apalagi akses jalan rusak dan biaya juga mahal yang harus ditanggung oleh pasien,” ungkap Rauf saat diwawancarai via telpon, Kamis (23/7/2020) malam.

Lebih lanjut, Rauf berharap kepada Kepala Puskesmas agar mempertimbangkan secara matang soal keputusan yang telah di ambil terkait penutupan puskesmas, Iapun menginginkan agar pelayanan segera dibuka kembali, dengan catatan semua masyarakat harus mematuhi standar protokol kesehatan.

Sementara itu Kepala Puskesmas dr. Sudirman saat dimintai keteranganya melalui sambungan telepon terkait penutupan Puskesmas Tutar, ia mengatakan, memang benar kami menutup untuk sementara waktu karena ada pasien yang datang berobat diduga terpapar covid-19.

“Diduga ada pasien yang reaktif positif covid-19 berkunjung kepuskesmas untuk berobat sehingga kami melakukan penutupan, demi menjaga dan mengantisipasi penyebaran virus corona di masyarakat, serta mensterilkan tenaga kesehatan yang bertugas pada saat itu,” ungkap Sudirman.

Diwaktu yang berbeda, ketika Camat Tutar Bapak Muh. Saleh, S.Sos diwawancarai via sambungan telpon untuk dimintai penjelasannya, beliau mengatakan sudah lama saya tidak ke Tutar.

“Saya tidak tahu menahu kabar tentang penutupan puskesmas Kecamatan Tutar, karena akhir-akhir ini saya jarang masuk berkantor, seandainya bukan kita yang memberikan informasi ini maka saya tidak tahu,” ujar beliau melalui sambungan telpon kepada reporter media Enewsindonesia.com.

“Sangat disayangkan seorang camat jarang masuk kantor apa lagi beliau adalah orang Tutar, kenapa lebih banyak beraktifitas diluar Kecamatan Tutar? yang semestinya sebagai seorang pimpinan diwilayah kecamatan harusnya lebih banyak di Tutar untuk memberikan pelayanan dan contoh yang baik kepada masyarakat.” (HW)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *