ENEWS  

Innalillah, Jamaah Haji Asal Polman Meninggal Dunia di Arab Saudi

Foto: Identitas jamaah haji asal Polman yang meninggal di Arab Saudi.

ENEWS MAKASSAR ▪︎  Dikutip data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag), dilaporkan hingga hari ke-27 operasional haji 1445 H atau Jumat, 7 Juni 2024 kemarin, jumlah jemaah haji yang wafat bertambah menjadi 52 orang.

Terbaru, Kaco P, jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 24 asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar) meninggal dunia di sela-sela ibadah haji, Sabtu (8/6/2024) pagi waktu Arab Saudi.



Kaco P merupakan jamaah haji dari kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Berdasarkan salinan dokumen paspor almarhum adalah pria kelahiran Karama, 1 Juli 1937.

Salah seorang petugas pendamping haji daerah Kloter 24 Syamsul Samad mengungkapkan bahwa almarhum mempunyai semangat yang tinggi, riang gembira untuk mengikuti setiap ibadah selama di Tanah Suci.

“Padahal usianya kategori lansia yang sudah mencapai 86 tahun, kalau tidak salah beliau adalah jamaah paling tua di Kloter 24 ini. Ramah, Humoris, juga periang menjadi tampilan sehari-hari yang melekat pada almarhum. Saya banyak berinteraksi karena kebetulan berada di lantai hotel yang sama, di lantai empat,” paparnya kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (8/6/2024).

Lebih lanjut Saymsul mengungkapkan, pada satu kesempatan saat selesai shalat Magrib berjamaah, iya sempat ngobrol bersama almarhum.

“Tadi malam di pintu lift saya sempat ngobrol. Almarhum sempat bilang ke saya kalau menu ayam goreng adalah menu lauk favoritnya. Jadi, karena itulah saya sudah berniat untuk memberikan ayam goreng jatah saya kepada almarhum untuk jatah makan selanjutnya,” ujar Syamsul.

Informasi tentang kondisi kesehatan almarhum dalam dua hari terakhir memang dalam pantauan dokter akibat riwayat penyakit almarhum alami sebelumnya di tanah air sehingga dokter dan tim kesehatan lainnya aktif mengunjungi almarhum.

“Pagi tadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat, kami dapat informasi bahwa kondisinya semakin menghawatirkan sehingga dokter pun mendatangi kamar almarhum, memasang alat bantu pernafasan, serta melakukan upaya darurat lainnya. Saya sempat membantu mengangkat tubuh almarhum dari kamarnya menuju ambulans. Perkiraan saya, almarhum meninggal itu di perjalanan menuju rumah sakit, atau tidak lama setelah tiba di rumah sakit,” ungkapnya.

Syamsul juga mengungkapkan, Almarhum Kaco pernah mengutarakan niatnya untuk meninggal dunia di Tanah Suci.

“Dari informasi yang disampaikan oleh teman sekamarnya, beliau memang sempat bilang ‘Inggaqna na mate dini maq iyau nak‘ (sepertinya saya akan meninggal dunia di sini saja nak. Red). Kata-kata itu diucapkannya beberapa saat setelah kami tiba tanah suci mekah,” katany.

Bahkan kata Syamsul, dini hari tadi almarhum masih sempat menunaikan shalat tahajjud.

“Untuk penanangan selanjutnya kami serahkan ke petugas haji yang stay di sini. Semacam perwakilan Indonesia di Arab Saudi. Kami hanya diminta untuk menyerahkan paspor almarhum,” ujarnya.

“Selamat jalan kakek yang ramah nan humoris menghadapnya dengan hati yang tulus suci setelah minggu lalu usai melakukan ibadah umroh sebagai rangkaian wajib bagi setiap jamaah haji.
Husnul Khotimah,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan