banner 728x250
Majene  

HMI Komisariat Ekonomi Unsulbar Gelar Aksi, Meminta Pelayanan RSUD Majene Dimaksimalkan

MAJENE, ENEWSINDONESIA.COM – Puluhan mahasiswa dari organisasi HMI Komisariat Ekonomi, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene, memadati kantor DPRD Majene menggelar aksi demonstrasi, Senin (12/4/2021).

Mereka menilai bahwa manajemen pelayanan RSUD Majene belum maksimal atau tidak berjalan dengan baik. Hal itu dapat dibuktikan dengan aksi mogok para Dokter dan Pegawai Rumah Sakit beberapa bulan lalu, dan para demonstran juga menilai adanya beberapa keluhan masyarakat yang belum terakomodir, sehinga mereka merasa perlu untuk turun aksi guna mengawal persoalan tersebut.

banner 728x250

Aksi demonstrasi para mahasiswa di Kantor DPRD Majene diterima langsung oleh anggota DPRD Majene dari Komisi 3 yaitu: Budi Mansyur dan Rahmatullah dan mempersilahkan agar para mahasiswa ke Ruang Sidang, sembari mereka menghubungi Direktur Rumah Sakit, Dokter Yuppy Handayani beserta jajarannya.

Saat dokter Yuppy dan jajaran sudah hadir di tempat dan dialog pun berjalan. Suasana sedikit tegang antara pihak mahasiswa dan pihak rumah sakit, saat kedua belah pihak saling menyampaikan argumen masing-masing.

Adapun tuntutan para mahasiswa saat berlangsung dialog antara lain mereka menginginkan
Agar:

  1. Ketersediaan obat harus diperhatikan di Apotik, sehingga tidak ada lagi masyarakat atau keluarga pasien yang membeli obat diluar.
  2. Alat Medis di Poli Gigi harus selalu disediakan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirujuk ke RSUD Polewali, gara-gara alat medisnya bengkok dan patah.
  3. Manajemen rumah sakit harus berbenah dalam rangka menjamin mutu pelayanan prima

4.. Transparansi anggaran.

Jenderal lapangangan aksi, Bungzhu yang coba di konfirmasi oleh media enewsindonesia.com mengatakan, “kami turun aksi pada hari ini berharap pelayanan manajemen rumah sakit lebih ditingkatkan terutama persoalan obat-obatan dan alat kesehatan, kasihan masyarakat harus keluar biaya lagi untuk membeli obat di luar, dan terkadang juga harus ke Polewali lagi berobat, dengan kendala alat medis, apalagi kalau masyarakat tersebut dasarnya orang susah dan jauh tempat tinggalnya, sungguh menyedihkan persoalan ini.”

Lanjut dirinya menambahkan jika persoalan ini tidak segera teratasi maka kami tidak akan segan-segan untuk menurunkan massa yang lebih banyak, karena apapun akan kami lakukan demi kesejahteraan rakyat.

Ditempat terpisah, Direktur RSUD Majene, Dokter Yuppy Handayani yang sempat ditemui di Area Kantor DPRD Majene mengatakan, kapanpun siap menerima kritikan.

“Aspirasi adik-adik mahasiswa dari HMI Komisariat Majene akan kami tampung dan Insya Allah akan menjadi motivasi buat kami, kapan pun kami siap menerima kritik dan saran sepanjang itu demi kebaikan bersama, tetapi perlu masyarakat tahu tentang alat medis, bahwa alat medis itu pertanggung jawabannya besar dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada prosedurnya, kemudian untuk persoalan dana, tidak ada sama sekali bantuan yang kami dari Pemda dana alokasi umum,” ucapnya.

Reporter: Aldo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *