Hari Santri di Bone Gempar! Persidha Suguhkan Aksi Maut & Prank Muntah Darah

Potret anggota Persidha saat melakukan pertunjukan di Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Merdeka Bone, Rabu 22 Oktober 2025. (Dok. ENews)

ENews, Bone •• Aksi memukau ditampilkan oleh Persatuan Silat Darul Huffadh (Persidha) dalam perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Merdeka Watampone, Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (22/10/2025). Perguruan silat yang dikenal dengan nama Persidha ini berasal dari Pondok Pesantren Darul Huffadh, Dusun 77, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Bone.

Atraksi demi atraksi menegangkan ditampilkan oleh Persidha, membuat penonton terpukau sekaligus tegang. Mulai dari salam perguruan yang sakral, jurus-jurus mematikan dengan senjata tajam, hingga aksi-aksi ekstrem seperti membangun menara manusia lalu salto dari atasnya, memecahkan tumpukan batako, demonstrasi kekuatan fisik dengan hantaman besi dan batako, serta tidur di atas ranjang paku yang mengerikan.

Atraksi-atraksi menegangkan Persidha sukses memicu histeria di antara para penonton yang hadir, membuat suasana semakin meriah.

Penampilan Persidha mencapai klimaksnya dengan sebuah kejutan yang sukses mengocok perut penonton. Setelah menampilkan berbagai aksi ekstrem, seorang anggota tiba-tiba ‘muntah darah’ dan ‘pingsan’ usai menerima pukulan di perut menggunakan sebuah besi.

Sontak, para penonton terkejut, namun kemudian tertawa lega saat mengetahui bahwa itu hanyalah bagian dari pertunjukan. Anggota tersebut kemudian bangkit, tertawa, dan menutup aksi dengan gerakan ‘lompat harimau’ yang memukau.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone yang bertindak sebagai pemimpin apel Hari Santri Nasional 2025 membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam teks amanat Apel Upacara Hari Santri 2025 yang dirilis resmi, Menag RI membuka dengan ucapan rasa duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan dalam naskah amanat Menag RI, tema Hari Santri Nasional tersebut mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan.

Melalui amanat Apel Upacara Hari Santri 2025, Nasaruddin Umar berpesan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. (Red)





Tinggalkan Balasan