ENEWSINDONESIA.COM, Bone – Sebuah foto berbentuk selebaran yang di dalamnya terdapat daftar-daftar beberapa lembaga islam dan pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia berafiliasi dengan kelompok teror.
Hal ini menggemparkan warganet, pasalnya, dalam foto tersebut mencantumkan lambang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Diketahui, Pondok Pesantren Darul Huffadh yang beralamat di Dusun 77, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi selatan masuk sebagai salah satu yang ada dalam daftar Ponpes yang berafiliasi dengan kelompok teror.
Beberapa petinggi Ponpes Darul Huffadh pun tak tinggal diam. Direktris Ponpes Putri Darul Huffadh, Ustazah Sa’diyah Said melaporkan hal ini ke Polres Bone, Polda Sulsel.
“Pondok Pesantren Darul Huffadh, adalah lembaga pendidikan yang berkiprah di dunia belajar mengajar dan penghafalan Al-Qur’an. Indikator pencatutan nama dalam tulisan di selebaran “Ponpes 77 Bone” sangat tidak memiliki dasar bukti yang relevan,” ujar Ustazah Sa’diyah Said saat ditemui di Mapolres Bone, Kamis (27/1/2022).
Ustazah Sa’diyah menambahkan bahwa Darul Huffadh dikenal sebagai lembaga non profit, gratis dari tahun 1975 hingga saat ini. Juga, lembaga yang pantang untuk meminta-minta donasi maupun sumbangan. Pelajaran santri dan santriwati, adalah pelajaran pondok pada umumnya yang dipadukan dengan kurikulum umum (negara).
“Afiliasi ISIS-nya dimana? Praktek yang dilakukan dan buktinya mana?Dalam garis-garis besar haluan pondok, pada poin 7 terdapat aturan bahwa Darul Huffadh berada dibawah naungan Pancasila, Undang-undang 45,” lanjutnya.
Beberapa wali santri Ponpes Darul Huffadh yang diwawancarai oleh jurnalis Enewsindonesia.com mengaku heran dengan tuduhan tersebut.
Salah satu tokoh pemuda Bone sekaligus pemeran utama film layar lebar Mappalisu Sumange, dan juga salah satu pemeran film Silariang, Maipa Deapati Datu Museng, dan Laki-Laki di persimpangan, Andi Apti Aspriandy atau yang lebih dikenal dengan Andi Mantra Bumi mengatakan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.
Diketahui, putri Andi Mantra Bumi sedang mengenyam pendidikan di Ponpes Darul Huffadh.
“Saya selaku orang tua santriwati merasa heran. Karena jauh sebelum saya memasukkan putri saya mondok di sana saya sudah mengetahui bagaimana proses pembelajaran disana. Di sana santri diajar untuk memaknai hidup. Begitupula dari dulu pesantren 77 adalah pesantren non profit. Disana diajarkan santri untuk hidup sederhana agar kelak santri dapat memahami konsep syukur secara mendalam,” ujar Andi Mantra Bumi.
Andi Mantra melanjutkan bahwa dirinya juga sempat sharing dengan putrinya pada saat dia libur semester tentang apa yang dia pelajari di sana.
“Anak saya bercerita, di sana diajarkan Alquran, hadist, ahlak, serta disana mereka diajarkan bagaimana menjadi manusia yg manusiawi. Juga diajarkan kurikulum pendidikan umum dan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat dan masih banyak lagi. Jadi saya selaku orang tua santri sampai saat ini tidak percaya jika pesantren 77 bone itu bagian dari ISIS,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah mengatakan bahwa hal ini masih dalam proses penyelidikan.
“Terkait hal ini baru kami selidiki karna lapornya baru masuk,” ujar Kapolres. (*)






