Bone, ENEWS  

Fakta Aksi Unjuk Rasa Tolak Kenaikan PBB P2 Berujung Bentrok di Bone

Foto: Bentrok antara pengunjuk rasa dan pihak kepolisian mulai pecah pada aksi unjuk rasa penolakan kenaikan PBB P2 di Bone.

ENEWS, BONE •• Aksi demonstrasi penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berujung ricuh, Selasa (19/2/2025).

Bentrok antara massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Bersatu dan pihak kemananan dari TNI/Polri dan Satpol PP tak terhindarkan.



Dari pantauan ENews Indonesia di lapangan, sejumlah fakta terungkap. Aksi yang dimulai sekira pukul 13.30 Wita itu diawali dengan aksi damai.

Sekira pukul 15.00 Wita, situasi mulai memanas karena ketidakhadiran Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin yang tak datang menemui pengunjuk rasa.

Terjadi lemparan air mineral dari pengunjuk rasa ke arah kepolisian yang bersiaga melakukan pengamanan.

Tak berselang lama, suara dari arah pihak kepolisian menggunakan pengeras suara semakin memancing para pengunjuk rasa.

Kembali terjadi pelemparan dari pengunjuk rasa. Dari arah Kantor Bupati Bone juga terjadi pelemparan dari warga sipil yang diduga preman bayaran.

“Mereka (pihak kepolisian) memancing pak, mereka mengarahkan kami seakan-akan kami ini bawahannya, menggertak dan sebagainya. Bawa-bawa atas nama Undang-undang segala. Itu memancing pak,” kata salah seorang demonstran yang sempat direkam ENews Indonesia.

Tak berlangsung lama, sekira pukul 17.00 Wita, situasi kembali kondusif. Terlihat pengunjuk rasa memasuki halaman kantor Bupati Bone untuk berdialog dengan pihak Pemda.

Hingga azan Magrib tiba, dialog antara pengunjuk rasa dengan pihak Pemda Bone buntu dan tak membuahkan hasil. Pihak Pemda Bone pun meninggalkan lokasi dan masuk ke arah Kantor Bupati Bone.

Sekira pukul 18.00 Wita, massa aksi kembali berorasi dan berhadapan langsung dengan pihak pengamanan. Situasi mulai mencekam.

Massa aksi masih mengharap kedatangan Bupati Bone namun tak kunjung ditemui hingga lemparan ke arah pihak kemanan tak terhindarkan. Massa aksi berlarian ke arah jalan, bentrok pun pecah. Seorang Satpol PP terkena lemparan batu di bagian kepala.

Lemparan air mineral, batu hingga benda lainnya beterbangan dari sisi pendemo dan pihak pengamanan. Massa aksi dipukul mundur.

Pengunjuk rasa terpecah hingga empat kelompok yakni dari arah timur Jalan Ahmad Yani, dari arah Macanang, dari arah Jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo, dan dari arah Jalan Hos Cokroaminoto.

Sekira pukul 20.00 Wita, beberapa pengunjuk rasa berhasil diamankan dan dibawa ke kantor Bupati Bone. Terlihat ada yang dipukuli oleh oknum Satpol PP.

Bahkan, Jurnalis TV Nasional Trans 7 mengaku dicekik bahkan hpnya disita saat mencoba merekam insiden yang dialami pengunjuk rasa yang diamankan.

“Nacekikka, nalarangka ambil gambar,” ujarnya kepada ENews Indonesia.

Tak berselang lama, seorang polisi juga terkena lemparan batu di bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit. Satu polisi lainnya terkena lemparan batu di bagian tangan. Di sisi lain, seorang warga juga dilarikan ke rumah sakit karena terkena lemparan batu.

Gas air mata pun ditembakkan ke arah pendemo. Sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menarik diri, namun warga di sekitar lokasi ikut bentrok dengan pihak kepolisian. Jumlah warga yang diamankan pun kian bertambah hingga puluhan orang.

Sekira pukul 22.30 Wita Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone akhirnya menggelar konferensi pers di ruang kerja Wakil Bupati Bone.

“Kenaikan PBB-P2 ditunda dan akan dievaluasi ulang. Bagi yang sudah terlanjur membayar akan kembali disesuaikan,” katanya dalam konferensi pers tersebut.

Sejumlah warga terkhusus pengunjuk rasa bersorak gembira di beberapa grup-grup Whatsapp.

Meski begitu, bentrok antara pihak pengamanan dan warga di wilayah Jalan Hos Cokroaminoto belum selesai. Kepolsian mencoba merangsek masuk ke arah kampus IAIN Bone namun berhasi dihalau. Sekira pukul 23.49 Wita situasi kembali kondusif. Hujan mengguyur Kota Bone.





Tinggalkan Balasan