ENEWS, BONE •• Suasana aula SMAN 28 Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, pada Rabu pagi (5/11/2025) terasa berbeda. Ratusan pasang mata muda duduk rapih, sebagian membawa buku catatan, sebagian lainnya hanya menggenggam rasa penasaran.
Hari itu, ruang sekolah yang biasanya diisi pelajaran rutin berubah menjadi tempat dialog tentang masa depan: tentang bagaimana menjaganya, dan bahaya yang bisa merusaknya.
Kegiatan sosialisasi anti narkoba ini diinisiasi Posko IV KKN Reguler Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, dengan menggandeng Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone. Sebanyak 86 siswa mengikuti kegiatan tersebut.
Turut hadir Bhabinkamtibmas Polsek Ponre, Aipda Andi Ikbal Rosani; Kepala Desa Pattimpa, Asri SE, yang juga merupakan Ketua Forbes Kecamatan Ponre; serta jajaran pengurus Forbes. Wakil Kepala Sekolah SMAN 28, Dra. A. Rosnaini, menyambut hangat kegiatan ini.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN dan Forbes yang telah menyempatkan hadir di sekolah ini,” ujarnya membuka kegiatan. “Saya harap anak-anakku mendengar dengan saksama pemaparan tentang bahaya narkoba dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
Kalimat itu pelan, tapi mengandung harap, seolah ia menitipkan masa depan murid-muridnya pada kesadaran mereka sendiri.
Pesan yang Turun dari Pengalaman Nyata
Ketua Forbes Bone, Andi Singkeru Rukka, berbicara bukan sekadar mengutip teori. Ia bercerita tentang kisah-kisah yang pernah ditemuinya dalam penanganan kasus narkoba di Kabupaten Bone.
“Dampaknya sangat merugikan,” ucapnya. “Yang dulunya orangnya jujur bisa jadi pembohong. Bisa jadi pencuri karena narkoba. Semua bisa hilang kalau tak pandai menjaga diri.”
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Ponre, Aipda Andi Ikbal Rosani, mengingatkan siswa agar berani bersuara.
“Laporkan ke kami bila mengetahui ada narkoba di sekitarnya,” katanya lugas.
Para siswa mendengarkan tanpa banyak bergerak. Ada yang mengangguk-angguk, ada yang saling berbisik pelan, seolah sedang membenarkan jarak aman diri mereka dari ancaman yang dibicarakan ini.
Lebih dari Sekadar Sosialisasi
Sosialisasi bukanlah seremonial. Ada pesan yang hendak disampaikan kepada generasi muda Ponre: masa depan mereka terlalu berharga untuk dilepas begitu saja pada hal-hal yang merusak.
Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Piagam penghargaan diserahkan kepada Forbes Anti Narkoba Bone sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap sehat dari ancaman narkoba.
Tidak ada tepuk tangan yang berlebihan, tidak ada sorak. Tapi ada rasa hangat yang tertinggal: bahwa hari itu, sekolah dan masyarakat berjalan seiring dalam menjaga satu hal yang sangat penting, yaitu masa depan anak-anak Ponre. (Red)






