ENEWS, BONE ••》Bisnis penyewaan kendaraan roda dua di Kabupaten Bone mulai menunjukkan prospek seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan praktis tanpa harus membeli secara permanen.
Salah satu usaha yang bergerak di sektor tersebut adalah Rental Kendaraan @A.AzkiaBone milik Tris Sulisamawati, S.ST., S.Keb. Usaha tersebut mulai beroperasi sejak 30 April 2024.
Tris mengatakan, usaha rental dibuka karena melihat kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang dapat digunakan secara fleksibel dan lebih hemat dibandingkan harus membeli kendaraan sendiri.
Saat ini, ia memiliki 13 unit sepeda motor yang disewakan kepada pelanggan. Tarif sewa berkisar Rp100 ribu hingga Rp180 ribu, tergantung jenis kendaraan dan durasi penggunaan.
“Semua kategori bisa menyewa, kecuali anak di bawah umur yang tidak memiliki SIM,” kata Tris, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, tingkat permintaan cukup tinggi. Dalam kondisi normal, sekitar enam unit motor dapat disewa dalam sehari. Sementara pada periode libur dan hari raya, jumlah kendaraan yang keluar bisa lebih dari 10 unit.
Dalam sebulan, kata dia, hampir seluruh 13 unit yang dimiliki dapat terserap pelanggan. Bahkan, kondisi motor siap sewa relatif jarang tersedia karena tingginya permintaan.
Motor yang paling banyak diminati di antaranya NMAX, Filano, Beat, dan Scoopy.
Dari bisnis tersebut, Tris mengaku mampu membukukan omzet sekitar Rp600 ribu per hari, dengan kisaran omzet bulanan mencapai Rp13 juta. Sementara biaya operasional berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Ia memperkirakan modal pembelian satu unit kendaraan dapat kembali dalam waktu sekitar enam bulan, tergantung tingkat pemakaian dan biaya perawatan.
Namun, bisnis rental kendaraan juga menghadapi risiko. Tris mengaku pernah mengalami kendaraan terlambat dikembalikan hingga mengalami kerusakan.
Untuk mengantisipasi penyalahgunaan kendaraan, setiap penyewa diwajibkan menunjukkan KTP, menyampaikan tujuan rental, serta mengisi surat pernyataan sewa kendaraan. Pembayaran dilakukan sebelum kendaraan diambil dan penyewa juga wajib memberikan identitas sebagai jaminan.
Jika kendaraan terlambat dikembalikan, pihak rental memberikan waktu sekitar 5 hingga 12 jam sembari menghubungi penyewa. Jika komunikasi tidak berhasil, pihak rental dapat mendatangi alamat domisili dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
“Kalau telat beberapa jam, kami hubungi penyewa dan melakukan penagihan secara persuasif. Kalau nomor mati atau diblokir, kami langsung waspada dan bisa melaporkan ke polisi,” jelasnya.
Untuk memastikan kondisi kendaraan, pihak rental melakukan dokumentasi sebelum kendaraan diserahkan kepada pelanggan. Kondisi setiap bagian kendaraan, termasuk bagian yang mengalami lecet, direkam melalui foto maupun video.
Jika terjadi kerusakan saat kendaraan digunakan pelanggan, Tris mengaku turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi kendaraan dan membawa mekanik.
Selain layanan langsung, Rental Kendaraan @A.AzkiaBone juga menyediakan bantuan darurat selama 24 jam. Kendaraan tidak diantar ke pelanggan karena penyewa diwajibkan mengambil unit sendiri.
Tris menyebut promosi usaha dilakukan melalui media sosial serta rekomendasi dari pelanggan.
Ia juga menilai persaingan bisnis rental motor di Kabupaten Bone sejauh ini belum terlalu terasa.
Di sisi lain, kenaikan harga motor, suku cadang dan biaya servis menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, meningkatnya biaya tersebut otomatis menambah beban operasional dan anggaran perawatan kendaraan.
“Biaya perawatan rutin yang biasanya bisa diprediksi akan membengkak sehingga harus menyiapkan anggaran lebih besar,” katanya.
Meski menghadapi risiko dan kenaikan biaya operasional, bisnis rental motor tersebut tetap dijalankan dengan mengandalkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang fleksibel dan praktis.
Rental Kendaraan @A.AzkiaBone beralamat di BTN Cilellang Emas Blok D8, Kabupaten Bone. Untuk informasi dan pemesanan, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp 0822 7112 4684.






