DPRD Polman Minta Pertamina Evaluasi Distribusi BBM

Foto: Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, bersama Komisi II DPRD Polman saat rapat berasama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Kamis (23/7/2026). (Ist)
Foto: Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, bersama Komisi II DPRD Polman saat rapat berasama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Kamis (23/7/2026). (Ist)

ENEWS, MAKASSAR ••》Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, bersama Komisi II DPRD Polman mendatangi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Kamis (23/7/2026), untuk mendesak perbaikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menjadi penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Polewali Mandar.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sebelumnya membahas kelangkaan dan distribusi BBM di Polman.



Rombongan DPRD diterima Sales Branch Manager (SBM) Fuel Sulawesi Barat, Fandy Achmad Sitaba. Dalam pertemuan itu, DPRD menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM.

“Kami datang membawa aspirasi masyarakat Polewali Mandar. Antrean panjang di SPBU terus menjadi keluhan warga. Kami ingin mendapatkan penjelasan dari Pertamina sekaligus mendorong solusi konkret agar persoalan ini segera teratasi,” kata Fahry.

DPRD meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi BBM dan memastikan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat agar antrean di SPBU tidak terus berulang.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan. Dibutuhkan langkah nyata dari Pertamina, pemerintah daerah, pengelola SPBU, dan seluruh pihak agar distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegasnya.

Selain evaluasi distribusi, DPRD juga meminta Pertamina meninjau kembali kuota BBM untuk Kabupaten Polewali Mandar. Fahry turut mengusulkan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menerbitkan surat edaran yang mengatur jam operasional SPBU, sebagaimana telah diterapkan di Kabupaten Pasangkayu.

Tak hanya BBM, DPRD juga menyoroti penyaluran LPG subsidi 3 kilogram. Fahry mengimbau masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan LPG bersubsidi sehingga distribusinya tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Pertamina menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk mengevaluasi sistem distribusi BBM di daerah tersebut.

DPRD berharap hasil pertemuan itu segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar persoalan antrean panjang di SPBU yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi. (Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan