ENews, Bone •• Arfan Rahman alias Appang harus berurusan dengan kepolisian dengan dugaan kasus pemerasan. Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurunge itu dilaporkan ke polisi oleh pengusaha kosmetik bernama Sri Fardila pada Senin (30/6/2025).
Hal itu terungkap saat Sri Fardila mendatangi Sekretariat Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone di Gedung Pemuda, Jalan Kawerang, Kota Watampone pada Senin (30/06/25) malam.
Didampingi suami dan kerabatnya, Sri berkunjung ke Sekretariat Forbes untuk mempertanyakan adanya anggota Forbes bernama Appang telah melakukan dugaan tindak pemerasan mengatasnamakan Forbes.
Selain mengatasnamakan Forbes, menurut Sri, pelaku telah melakukan tindakan yang sama mengatasnamakan wartawan dan juga mengatasnamakan Polda Sulawesi Selatan.
“Jadi, Appang ini meminta uang sejumlah Rp8 juta untuk wartawan, Rp1.600 untuk biaya pembelian kursi Sekretariat Forbes dan Rp.1.400 untuk tamu dari Polda Sulsel,” ungkap Sri di hadapan anggota Forbes Anti Narkoba Bone.
Appang yang merupakan admin Grup Wahtasapp Karebanna Bone itu yang juga hadir pada kesempatan tersebut hanya bisa tertunduk lesu dan mengakui perbuatannya.
“Iya, saya salah,” katanya dengan nada sedih.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Forbes Kabupaten Bone, Dr. H. A. Singkeru Rukka, MH memastikan bahwa pelaku melakukan aksinya untuk kepentingan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Forbes.
Tim kuasa hukum Forbes bersama beberapa pengurus mendampingi korban membuat laporan di Unit Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.
Laporan SF telah diterima dengan nomor: LP / 417/VI/2025 / SPKT / RES BONE, tanggal 30 Juni 2025. Dalam keterangannya, Sri menyebut bahwa pelaku tercatat tiga kali melakukan aksinya.
Dia pun mengaku menuruti permintaan tersebut dengan alasan takut dan merasa tertekan dengan ucapan bernada ancaman dari pelaku.
Permintaan Terduga Pelaku
Sri menyerahkan uang kepada pelaku mulai Minggu 8 Juni 2025. Korban menyerahkan uang tunai sebanyak Rp7 juta, kemudian via transfer Rp1 juta dengan total Rp8 juta.
Permintaan uang kedua hanya berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Kamis 12 Juni 2025, pelaku AP meminta uang kepada Sri dengan dalih digunakan bayar booking kamar hotel tamu dari Polda Sulawesi Selatan sebesar Rp1,4 juta.
Terakhir, Appang meminta uang kepada korban sebesar Rp1,6 juta dengan alasan ingin diserahkan ke Forbes untuk pengadaan 20 unit kursi pada Selasa 17 Juni 2025.
Sri menceritakan kronologi kejadian, awalnya Appang menghubungi via sambungan telepon seluler. AP menanyakan terkait dengan usaha kosmetik.
Appang menyampaikan, usaha kosmetik korban akan menjadi masalah jika usaha tersebut disorot media. AP selanjutnya menawarkan solusi agar usaha milik Sri tidak jadi sorotan media. Solusi yang dimaksud yakni menyediakan uang Rp7 9juta untuk dibagikan ke wartawan.
Karena merasa tertekan, akhirnya korban menyerahkan uang kepada pelaku. Belakangan baru ia menyadari telah diperdaya, setelah berulang kali menanyakan siapa media yang dimaksud menerima uang tersebut.
Sri kemudian mencari media yang dimaksud namun tak ditemukan. Sehingga ia curiga uang tersebut untuk dinikmati sendiri oleh Appang.
Ia juga mengecek langsung ke Forbes namun dugaannya betul, uang yang diambil pelaku untuk kepentingan pribadi dengan mencatut wartawan dan Forbes.
“Arfan Rahman alias Appang mencatut nama Forbes untuk mendapatkan keuntungan pribadi meminta sejumlah uang kepada korban, Sri Fardila, telah membuat nama baik Forbes tercederai,” ungkap A. Singke
Berikut pernyataan resmi Forbes Anti Narkoba terkait kasus tersebut yang diterima Redaksi ENews Indonesia pada Selasa 1 Juli 2025;
1. Tadi malam datang ke Sekretariat Forbes Anti Narkoba Bone, orang yang merasa dirugikan atas perilaku anggota forbes yang bernama Arfan Rahman;
2. Arfan Rahman alias Appang mencatut nama Forbes untuk mendapatkan keuntungan pribadi meminta sejumlah uang kepada korban atn Sri fardila, telah membuat nama baik Forbes tercederai;
3. Kami menduga bahwa bukan sekali ini saudara Arfan Rahman melakukan hal yang serupa;
4. Kami akan melaporkan ke Polres Bone saudara Arfan Rahman untuk mempwlertanggungjawabkan perbuatanya sebagai upaya membersihakan nama baik organisasi;
5. Di sisi kejuangan, filosofi Forbes menjadi basis perlawanan terhadap segala bentuk kejahatan;
6. Modal utama forbes adalah moral. Forbes tdak dibangun atas materi terlebih mencari keuntungan materi;
7. Tertuang dalam AD/ART organisasi bahwa siapapun yang mencederai perjuangan akan dilawan untuk diberi hukuman seberat-beratnya.
(Redaksi ENews Indonesia)






