ENEWS, POLMAN ••》Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat. Seorang siswi Sekolah Rakyat (SR) diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut.
Berdasarkan keterangan Aktivis Jaringan Oposisi (JOL), peristiwa itu bermula saat korban dalam kondisi sakit dan tidak sanggup mengikuti pelajaran.
Oknum guru kemudian membawa siswi tersebut dengan alasan berobat ke fasilitas kesehatan.
Namun, korban diduga justru dibawa keluar dari lingkungan sekolah ke sebuah penginapan.
Menanggapi dugaan tersebut, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Polman, Awaluddin, menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut. Ia menilai peristiwa itu telah mencoreng dunia pendidikan.
“Kasus ini mencemari dunia pendidikan. Pemerintah daerah dan pusat harus memberikan tindakan tegas terhadap pelaku maupun pengelola Sekolah Rakyat di Polman,” tegas Awaluddin, Jumat (30/1/2026).
Ia juga menyebut bahwa kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah di Polman menunjukkan tren peningkatan dan perlu penanganan serius.
“Untuk memberikan efek jera, pelaku dan pihak pengelola harus ditindak tegas dan dievaluasi,” ujarnya.
Awaludin menegaskan pentingnya seleksi ketat terhadap tenaga pendidik dan aparat sekolah oleh pemerintah pusat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Polman, Muhiddin, membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu oknum guru di sekolahnya. Ia menyatakan pihak sekolah telah mengambil langkah awal.
“Oknum guru tersebut telah diberikan sanksi skorsing sejak 24 Januari 2026 dengan batas waktu belum ditentukan, dan kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek Binuang,” kata Muhiddin.
Muhiddin menambahkan, siswi yang diduga menjadi korban memiliki riwayat penyakit asma serta gangguan psikologis tertentu.
Saat ini, korban berada dalam pendampingan wali asuh dan psikolog.
“Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai institusi pendidikan untuk memastikan pendampingan dan perlindungan terhadap siswa,” pungkasnya.
(Hasbi Waluyo)






