Dewan Pendidikan Polman Pastikan Tidak Ada Pemukulan di SDN 004 Polewali

Foto: Dewan Pendidikan Polman saat melakukan kunjungan ke SDN 004 Polewali. (Dok. HW)

ENEWS, POLMAN •• Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan kunjungan ke SDN 004 Polewali untuk mengklarifikasi informasi yang sempat viral terkait dugaan pemukulan murid oleh seorang guru. Kunjungan sekaligus investigasi tersebut dilakukan pada Kamis (27/11/2025).

Wakil Ketua Dewan Pendidikan Polman, Herman Kadir, menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan tidak ada tindakan pemukulan sebagaimana diberitakan.



“Kami mendapatkan catatan penting bahwa tindakan tersebut bukan pemukulan, melainkan upaya mendisiplinkan dan melerai peserta didik yang sedang berselisih,” ujar Herman.

Kronologi Kejadian

Dari informasi yang dihimpun ENews Indonesia, peristiwa terjadi pada Senin, 24 November 2025, sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu, guru Agama kelas IV, Musdalifa, sedang mengajar ketika dua murid berinisial RF dan AC terlibat saling mengejek. Guru telah menegur, namun keduanya kembali mengulang perilaku tersebut.

Kedua murid kemudian dipisahkan tempat duduknya. Meski demikian, mereka tetap saling menatap dengan emosi hingga berdiri dan saling mendekati.

Melihat situasi memanas, Musdalifa berusaha melerai. Secara spontan, tangan yang sedang memegang buku menempel ke mulut RF, diikuti tindakan serupa kepada AC untuk menghentikan perselisihan.

Setelah didamaikan, kedua siswa pulang ke rumah dalam kondisi baik dan saling memaafkan.

Namun pada malam harinya, muncul pemberitaan yang menyebutkan bahwa guru memukul murid dengan buku informasi yang menurut pihak sekolah tidak sesuai fakta.

Respons Pihak Sekolah dan Orang Tua

Keesokan harinya, orang tua RF mendatangi sekolah untuk mengklarifikasi. Meski penjelasan telah diberikan, pihak keluarga tetap keberatan dan membawa persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan.

Musdalifa, yang telah mengajar sejak 2005 dan menjadi P3K pada 2023, mengaku terkejut atas pemberitaan yang beredar.

Ia bahkan mendatangi rumah orang tua RF untuk meminta maaf dan menjelaskan langsung kronologi kejadian.

Simpulan Dewan Pendidikan

Setelah melakukan pemeriksaan kepada PLT Kepala Sekolah dan guru yang dilaporkan, Dewan Pendidikan Polman menyimpulkan bahwa tidak terjadi kekerasan.

“Ini merupakan tindakan pendisiplinan dan upaya melerai, bukan kekerasan ataupun pemukulan,” tegas Herman.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks pendidikan, kejadian seperti ini masih dalam kategori wajar dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Terlebih, siswa yang bersangkutan tidak mengalami trauma dan tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa.

Herman juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

“Informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan tenaga pendidik yang telah mengabdi demi masa depan anak-anak,” ujar Herman.

Reporter: Hasbi Waluyo





Tinggalkan Balasan