Viral Buruh Jalan Kaki di Bone, Muncul Bantahan Atasan

Atasan para buruh yang viral, Harun (kaos kuning). (ENews)

ENEWS, BONE •• Sebuah video yang menampilkan enam pria berjalan kaki di ruas jalan Desa Sappewalie, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, viral di media sosial pada Senin, 17 November 2025. Video itu direkam oleh anggota DPRD Kabupaten Bone dari Fraksi NasDem, Andi Muhammad Salam, atau yang akrab disapa Lilo AK.

Dalam rekaman tersebut, enam pria itu mengaku sedang berjalan kaki dari Kota Watampone menuju Kota Makassar, perjalanan sepanjang kurang lebih 170 kilometer.

banner 728x250

Mereka menyebut sebagai buruh proyek saluran irigasi di Kecamatan Barebbo yang belum menerima gaji.

Salah satu dari mereka menyebut nama “Kamaruddin” sebagai orang yang diduga membawa kabur uang pembayaran upah.

Pengakuan itu menyentuh hati Lilo AK. Legislator tersebut langsung menghentikan kendaraan dan memberikan tumpangan kepada keenam pekerja itu menuju Makassar.

Video percakapan antara Lilo AK dan para pekerja kemudian tersebar luas dan memancing kemarahan warganet Bone yang menilai para buruh telah dizalimi.

Namun, fakta baru muncul tiga hari setelah video itu viral.

Pada Kamis, 20 November 2025, seorang pria bernama Harun, yang mengaku sebagai atasan sekaligus penanggung jawab proyek, muncul di hadapan awak media dan membantah keras klaim para pekerja bahwa mereka tidak digaji.

Menurut Harun, keenam pria yang muncul dalam video tersebut sebenarnya bagian dari kelompok pekerja yang berjumlah 11 orang.

Ia mengungkapkan bahwa pembayaran telah dilakukan beberapa kali melalui transfer kepada dua orang perwakilan kelompok, termasuk dana tambahan untuk konsumsi, rokok, dan utang di warung sekitar lokasi proyek.

“Malam Senin sebelum mereka pergi tanpa pamit, saya masih transfer uang. Besoknya nomor mereka sudah tidak aktif,” ujar Harun.

Ia bahkan menegaskan bahwa total uang yang telah diberikan melebihi nilai pekerjaan yang disepakati.

“Kalau dihitung dari volume pekerjaan, seharusnya upah mereka hampir Rp10 juta. Tapi uang yang sudah diambil lebih dari Rp17 juta. Semua ada buktinya,” jelasnya.

Harun juga menegaskan tidak mengenal sosok bernama Kamaruddin sebagaimana diklaim para pekerja dalam video.

“Saya tidak tahu siapa yang mereka sebut Kamaruddin,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam pekerja tersebut tiba di wilayah Makassar pada Senin dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, setelah sebelumnya ditemukan oleh Lilo AK di wilayah Ulaweng sedang berjalan kaki.

Kasus ini kini menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apakah keenam buruh memang korban penipuan oleh pihak lain yang tidak diketahui Harun?

Pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan dinas tenaga kerja, diharapkan segera menelusuri lebih jauh aliran dana, bukti transfer yang disebutkan Harun, serta keterangan para pekerja untuk memastikan duduk perkara sebenarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa narasi viral tidak selalu merepresentasikan fakta utuh di lapangan dan perlu verifikasi lebih mendalam sebelum memicu kemarahan publik.

(Redaksi ENews Indonesia)





Tinggalkan Balasan