ENEWS, BONE •• Penyerahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) baru-baru ini di IAIN Bone menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa program studi perikanan.
Riyank Dicky Angreza, salah seorang mahasiswa, menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih cermat dalam melihat kebutuhan riil lembaga pendidikan tinggi yang memiliki program studi pertanian.
Riyank Dicky Angreza menjelaskan bahwa di Bone terdapat beberapa kampus yang memiliki program studi pertanian, seperti UNIM Bone, UNIASMAN, dan STIP Yapi Bone.
Menurutnya, kampus-kampus inilah yang seharusnya lebih membutuhkan bantuan Alsintan untuk menunjang kegiatan akademik, penelitian, serta pengolahan lahan praktik mahasiswa.
“Di Bone itu ada beberapa kampus yang memiliki program studi pertanian, yaitu UNIM Bone, UNIASMAN, dan STIP Yapi Bone. Nah, kampus-kampus itulah yang seharusnya lebih membutuhkan,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
Riyank Dicky Angreza menekankan bahwa sorotannya ini bukan karena iri atau keberpihakan tertentu, melainkan demi keadilan dan efektivitas bantuan yang tepat sasaran.
Pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran justru akan menghambat perguruan tinggi yang memiliki program studi pertanian karena keterbatasan peralatan.
“Saya berkomentar terkait ini bukan karena iri, tapi demi keadilan dan efektivitas bantuan yang tepat sasaran. Karena, pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran itu hanya akan menghambat perguruan tinggi yang memiliki program studi pertanian di tengah segala keterbatasan,” katanya.
Riyank Dicky Angreza berharap, ke depannya pemerintah daerah lebih memperhatikan data kebutuhan perguruan tinggi yang benar-benar bergerak dalam bidang pertanian serta melakukan peninjauan secara langsung.
Sebab, pembangunan sektor pertanian tidak hanya hadir melalui seremonial, tetapi melalui dukungan nyata terhadap lembaga pendidikan yang mencetak generasi agronom unggul dan berdaya saing.
Sebelumnya, pada Sabtu (8/11/2025), Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyerahkan bantuan Alsintan kepada pihak Kampus IAIN Bone.
Jurnalis: Try Ardiansyah






