Bone  

Beda Bola Subbi dan Bola Soba yang Akan Dibangun di Palakka Bone

Foto: Suasana rapat perencanaan pembangunan Bola Subbi di kantor DBMCKTR Bone. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Penjabat (Pj) Bupati Bone Andi Islamuddin menggelar pertemuan membahas keberlanjutan pembangunan cagar budaya di Palakka. Kegiatan tersebut digelar di kantor Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (DBMCKTR) Kabupaten Bone, Jalan Yos Sudarso pada Kamis (30/5/2024).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas terkait sejarah antara Bola Subbi dan Bola Soba dan arsitekturnya pada zaman kerajaan.



Terjadi pembahasal alot karena lokasi pembangunan Bola Soba lebih tinggi dari lokasi pembangunan Bola Subbi.

“Bola Subbi merupakan rumah beristitahat para raja (rumah raja) sedangkan Bola Soba merupakan rumah tempat berkumpul para laskar dan tamu-tamu kerajaan,” papar Andi Islamuddin.

Darinya itu kata Islamuddin, Bola Subbi harus lebih besar dari Bola Soba ini.

“Namun lokasinya tetap seperti rencana awal. Para pengunjung nantinya akan dijelaskan terkait perbedaan kedua rumah adat ini,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut terkait desain (Bola Subbi) ada masukan tentang item pakem menurut Wari (kepatutan dan kepantasan. Red).

Terlebih lagi juga hadir ahli kebudayaan Bone, Andi Yushan Petta Tappu diskusi alot sekaitan posisi Bola Subbi Salassa/istana Raja Bone yang agak rendah dibanding Bola Soba.

Di tempat yang sama, Ketua Assitobonenengeng Andi Singkeru Rukka menjelaskan bahwa ada sedikit titik temu bahwa bukan di posisi tinggi rendahnya bangunan tetapi ada pada Wari (kepatutan).

“Misalnya Timpa Laja, Asera Lontang, tidak memiliki Jongke dan Coppo Bola dengan simbol yang berbeda. Itu yang membedakan kedua rumah adat tersebut (Bola Soba dan Bola Subbi),” jelas Andi Singke.

Sementara, Kepala Dinas BMCKTR Askar menjelaskan bahwa dana pembangunan Bola Soba berasal dari APBD Kabupaten Bone.

“Sedangkan Bola Subbi ada bantuan keuangan dari Provinsi Sulsel sebesar Rp 7 miliar. Uang tersebut (7 miliar) belum ada di kabupaten, nanti setelah ada kontrak baru cair 50 persen. Bila bangunan sudah 70 persen maka bisa cair 100 persen,” ungkap Askar.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Pj Sekda Bone, Kadis Kebudayaan, Kepala Inspektorat Bone, Kadis Pariwisata Bone, Sekretaris Assitobonengeng Agus Mumar, serta kontraktor pembangunan cagar budaya tersebut.

Tambahan informasi, selain bantuan dari Pemprov Sulsel sebesar Rp 7 miliar, dan pembangunan Bola Subbi juga berasal dari dana swadaya dari Forum Assitobonengeng.





Tinggalkan Balasan