ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE – Bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Ahmad Syukri Tammalele menyatakan diri untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Majene untuk periode yang kedua. Pernyataan itu menuai sorotan masyarakat lantaran Kavupaten Majene dibawah kepemimpinannya mengalami defisit anggaran.
Salah satu warga Majene, Deny menuturkan bahwa di masa kepemimpinan Andi Ahmad syukri, banyak permasalahan yang belum tuntas.
Menurut Deny, pernyataan tersebut adalah hal yang berlebihan sementara tugas tugasnya saja sebagai bupati masih banyak yang belum diselesaikan, dan terdapat kebijkan yang tidak memberi dampak positif, untuk Majene apalagi untuk menambah pendapatan daerah Kabupaten Majene.
“Seharusnya pak Andi Ahmad Syukri Tammalele itu konsentrasi dulu menyelesaikan tugas-tugasnya. Apa beliau lupa, soal utang di Majene tahun 2022, 49 miliar utang TPP 6 miliar lebih, utang dana desa 5 miliar lebih itu terjadi di masa kepemimpinannya. Sekarang dirinya lagi mengatakan, ingin memprogramkan motor dinas untuk kepala lingkungan di renja APBD tahun 2024, kedengarannya lucu,” ucap Deny kepada Enewsindonesia.com, Kamis (27/4/2023).
Lebih lanjut Deny mengatakan, sebelum Andi Ahmad Syukri ingin memprogramkan pengadaan motor, lebih baik urus utang yang menumpuk.
Kemudian dikatakannya, Andi Ahmad Syukri mengangkat staf khusus bupati saat ini. Pertanyaannya, apa nilai positif untuk Majene setelah adanya staf khusus? Apa yang sudah diberikan si staf khusus untuk Majene?
“Sebaiknya kalau bupati punya gagasan harus dipikir baik-baik sebelum bertindak. Intinya pak bupati jangan berpikir jauh dulu sebelum tugasnya belum selesai. Jangan kampanye dulu kalau pekerjaan rumah belum selesai,” imbuhnya.






