ENEWS, WAJO – Setelah lima tahun mengalami kevakuman, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wajo kembali menggerakkan program literasi melalui Festival Literasi dan Gempur Pustaka. Kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan kembali budaya membaca sekaligus memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wajo, Erna Nurdin, S.Sos., M.Si., mengatakan kebangkitan tersebut tidak lepas dari dukungan Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M.
Menurut Erna, perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan bagi jajarannya untuk kembali menjalankan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan literasi masyarakat.
“Dukungan dan perhatian yang diberikan menjadi energi bagi kami untuk kembali bergerak, menghadirkan program yang bermanfaat, serta membawa literasi Wajo tampil di panggung Sulawesi Selatan,” kata Erna saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
Melalui Festival Literasi dan Gempur Pustaka, pihaknya berupaya mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat serta mendorong keterlibatan pelajar, komunitas, pegiat literasi, dan berbagai unsur lainnya.
Erna berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari program literasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang menuntut masyarakat mampu membaca secara kritis dan memilah informasi.
Karena itu, kebangkitan sektor literasi Wajo perlu diikuti dengan konsistensi program, pemerataan akses bahan bacaan hingga wilayah terpencil, serta pembinaan komunitas literasi.
Dukungan pemerintah daerah, lanjut Erna, diharapkan dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
“Buku boleh tersusun di rak, tetapi pengetahuan harus bergerak di tengah kehidupan. Literasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan kebangkitan literasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya festival, tetapi dari tumbuhnya kebiasaan membaca dan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, Festival Literasi dan Gempur Pustaka diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya baca di Kabupaten Wajo secara berkesinambungan. (Andi M Ikbal)






