ENEWS, JAKARTA ••》Forum Organisasi Kepemudaan Islam menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih membebani masyarakat, mulai dari lemahnya penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi, konflik agraria, hingga ancaman judi online.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Refleksi Kebangsaan yang digelar di Kantor DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Forum yang terdiri atas Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah itu menilai cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, berdaulat, dan sejahtera belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat.
Inisiator Forum, Habib Fathan Ibrahim dari Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, mengatakan persoalan bangsa masih berkutat pada sejumlah masalah dasar.
“Bangsa ini masih disibukkan dengan lemahnya penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi yang kian melebar, konflik agraria yang makin kerap mengemuka, eksploitasi sumber daya alam yang mengancam ekosistem, dekadensi moral generasi muda, serta belum terwujudnya kedaulatan pangan,” terangnya.
Menurut Forum, berbagai persoalan tersebut harus dijawab melalui pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara konkret. Asta Cita dinilai tidak boleh berhenti sebagai janji politik maupun dokumen perencanaan pembangunan.
Forum mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, dan seluruh lembaga negara memastikan program pembangunan dijalankan secara konkret, transparan, terukur, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam pernyataan sikapnya, Forum menyampaikan delapan tuntutan utama, yakni penegakan hukum yang berkeadilan dan pemberantasan korupsi, reformasi pendidikan nasional, jaminan kebebasan berpendapat, serta pembentukan regulasi pencegahan dan penanggulangan LGBT.
Forum juga meminta pemerintah melindungi ekonomi masyarakat dari dampak judi online dan pinjaman online, mengawal reforma agraria yang berkeadilan, memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, serta mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“ASTA CITA HARUS DIREALISASIKAN, BUKAN SEKADAR DIJANJIKAN,” tegas Forum dalam pernyataan sikapnya.
Forum menegaskan dukungan terhadap arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, namun dukungan tersebut disertai tuntutan agar pemerintah membuktikan komitmennya melalui kebijakan, anggaran, tindakan, dan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (RED)






