Sandeq Silumba 2026 Tetap Digelar

Foto: Andi Bau Akram Dai, Kepala Dinas Dispoparekraf Sulbar.
Foto: Andi Bau Akram Dai, Kepala Dinas Dispoparekraf Sulbar.

ENEWS, SULBAR ••》Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat menegaskan bahwa Sandeq Silumba 2026 tetap akan dilaksanakan, meski tidak dalam format penuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menjelaskan bahwa berdasarkan arahan Gubernur Sulbar dalam Rapat Kerja Pimpinan pada 18 Juni 2026, pelaksanaan event tahun ini disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang masih terbatas.

banner 728x250

Menurutnya, yang tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini adalah lomba maraton Sandeq rute Polewali Mandar–Mamuju yang selama ini menjadi agenda utama tingkat provinsi.

“Yang tidak dilaksanakan adalah lomba maraton dari Polman ke Mamuju karena keterbatasan anggaran. Namun event Sandeq Silumba tetap berjalan dan pelaksanaannya diserahkan kepada Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene,” ujar Bau Akram, Selasa (23/7).

Ia menegaskan, arahan Gubernur Sulbar telah jelas bahwa penyelenggaraan kegiatan tetap berlangsung di daerah masing-masing, sementara pelaksanaan dalam skala provinsi direncanakan kembali pada tahun mendatang apabila kondisi anggaran memungkinkan.

Meski penyelenggaraan berada di bawah tanggung jawab pemerintah kabupaten, Pemprov Sulbar disebut tidak akan lepas tangan.

Dukungan tetap diberikan, termasuk bantuan berupa uang pembinaan dan hadiah bagi peserta yang mengikuti perlombaan.

“Pemprov tetap hadir memberikan dukungan. Kami akan membantu melalui uang pembinaan dan hadiah untuk para peserta,” katanya.

Terkait jadwal dan teknis pelaksanaan, Dispoparekraf Sulbar saat ini masih melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait.

Komunikasi juga telah dilakukan dengan kementerian guna memastikan pelaksanaan event berjalan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Bau Akram menyebut kesiapan Kabupaten Polewali Mandar dan Majene untuk menggelar Sandeq Silumba telah dikonfirmasi dan akan segera dibahas lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaannya.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pembatalan event budaya kebanggaan masyarakat Mandar tersebut.

“Sandeq Silumba tidak dibatalkan. Yang tidak dilaksanakan hanya lomba maraton tingkat provinsi. Eventnya tetap ada dan akan digelar di Majene dan Polewali Mandar. Kami berharap tidak ada lagi informasi yang simpang siur,” tegasnya.

Sebagai informasi, Sandeq Silumba merupakan salah satu event budaya dan wisata unggulan Sulawesi Barat yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), kalender event nasional yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Event ini menjadi simbol pelestarian budaya maritim masyarakat Mandar sekaligus daya tarik wisata daerah. (Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan