Bone  

Konsultasi Publik Icraf – Pemkab Bone Wujudkan Bentang Lahan Hijau Lestari

Foto: Berpose bersama peserta Forum Konsultasi Publik membahas bentang lahan hijau yang digelar, Rabu, 28 Mei 2025 pagi tadi di Ballroom Helios & Convention Cafe yang dinisiasi oleh Pemkab Bone bekerjasama Konsultasi Publik Icraf

ENEWS, BONE 》Didukung Global Affairs Canada (GAC), Pemerintah Kabupaten Bone bermitra dengan the International Centre for Research in Agroforestry (Icraf) sedang menjalankan program bertajuk Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives).

Khusus di Kabupaten Bone pada 26-27 Juli 2023 lalu telah dibentuk tiga Gugus Tugas Pokja Lahan untuk Kehidupan (Land4Lives), yaitu Gugus Tugas Tata Kelola Bentang Lahan, Kemitraan dan Finansial, serta Akses Lahan.

banner 728x250

Pokja Bentang Lahan memiliki visi: Terwujudnya Bentang Lahan Bone yang Hijau Lestari sebagai Penopang Kehidupan untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera.

Forum Konsultasi Publik pun digelar, Rabu, 28 Mei 2025 pagi tadi di Ballroom Helios & Convention Cafe, Jl Langsat Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Kegiatan dibuka Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Andi Muhammad Yusuf.

Dalam sambutannya, Asisten Bidang Ekbang ini menyampaikan terima kasih kepada Icraf, karena kehadirannya sejak lima tahun lalu banyak membantu Pemda Bone dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Utamanya pendampingan pendampingan dan edukasi utamanya kepada kalangan petani, dalam menghadapi ancaman perubahan iklim,” ungkapnya.

Berbagai edukasi yang dilakukan kepada masyarakat Bumi Arung Palakka, kata Yusuf, tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, ketahanan pangan, mata pencaharian, dan ekonomi lokal yang tahan iklim, khususnya bagi kelompok rentan.

“Tentu aaja perjalanan panjang ICRAF di tempat ini membutuhkan ketekunan dan semua pihak harus bergandengan tangan, sehingga ini menjadi gerakan besar model Lands4live yang tangguh, ” imbaunya.

Sementara Direktur Icraf, Andree Ekadinata mengungkapkan, selama ini melalui program Land4lives telah dilakukan pendampingan untuk 12 desa di Kabupaten Bone.

Andree juga menyampaikan Icraf melalui program Land4Lives, merancang tiga paket kerja yang bertujuan memberdayakan komunitas rentan, terutama perempuan dan anak perempuan, dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengambilan keputusan lingkungan dan komunitas yang aktif.

Lebih lanjut Andree
mengungkapkan, tujuan dari Konsultasi Publik yang digelar untuk meningkatkan pemahaman bersama terhadap pentingnya perencanaan pengelolaan Sub-Lanskap di Kabupaten Bone
Juga menyampaikan hasil penyusunan rencana pengelolaan Sub-Lanskap dari berbagai proses yang sudah dilaksanakan oleh para pemangku kepentigan.

“Kami juga ingin mendapatkan masukan dan saran dari para pemangku kepentingan terhadap berbagai rumusan, strategi, dan intervensi pengelolaan Sub-Lanskap, ” pungkasnya.

Mengacu pada Rencana Kerja Pokja, salah satu bagian pentingnya dan juga selaras dengan kegiatan Land4Lives adalah penyusunan Rencana Pengelolaan Bentang Lahan di Kabupaten Bone.

Saat ini, ICRAF telah memulai kajian awal menggunakan berbagai data sekunder yang telah dianalisis. Berbagai proses yang telah dilakukan ini dilatihkan bersama agar menghasilkan kesamaan persepsi dan pemahaman dengan berbagai pemangku kepentingan yang relevan dengan kajian ini. bebernya.

Selain itu, telah dilakukan pemetaan pemangku kepentingan, perumusan isu,  penyusunan strategi dan intervensi, pembagian peran, strategi pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi dalam merespon pengelolaan bentang lahan berkelanjutan menjadi penting untuk dirumuskan bersama dengan berbagai pihak di Kabupaten Bone.

Rumusan-rumusan yang dituangkan dalam draf dokumen ini akan dikonsultasikan ke publik untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan.

Semua masukan dari publik akan berkontribusi pada penyempurnaan rencana induk dan peta jalan, yang kemudian dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan formal Kabupaten Bone, meliputi RPJMD, RKPD, serta berbagai perencanaan turunan lainnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tiga paket kerja telah dirancang dan diharapkan dapat terlaksana dengan baik, yakni melalui;

(1) penguatan tata guna lahan dan pembuatan kebijakan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang menguntungkan masyarakat miskin dan rentan di provinsi-provinsi terpilih di Indonesia dan mengurangi emisi dari LULUCF;

(2) perbaikan pengelolaan bentang lahan oleh parapihak (pengelola dan pengguna lahan) dalam menjaga fungsi dan jasa lingkungan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, baik kaum wanita maupun pria, pada bentang lahan yang merupakan fokus proyek, dan;

(3) peningkatan mata pencaharian yang tahan terhadap iklim dan ketahanan pangan bagi masyarakat miskin dan rentan, terutama perempuan.

Jurnalis : Rosdiana Sulja





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan