Kronologi Janda Pembunuh Berdarah Dingin Habisi Kerabatnya di Bone

Foto: Pelaku pembunuhan di Bone MW (38) berlatar Asima yang tergeletak di rumah kebun setelah dibunuh MW. (File ENews)

ENEWS BONE •• Malang nian nasib Asima (54), tewas di tangan kerabatnya sendiri. Asima ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Dusun Baleleng, Desa Wellulang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (12 Februari 2024).

Dari informasi yang dihimpun, pelaku pembunuhan tersebut merupakan seorang janda berinisial MW (38) yang masih kerabat korban. Korban dan pelaku mempunyai keseharian sebagai buruh tani.



“Suami pelaku (MW) ini baru-baru meninggal dan ada anaknya. Korban sama pelaku masih keluarga. Biasanya mereka bekerja sebagai buruh tani,” ungkap warga setempat kepada ENews Indonesia yang meminta identitasnya tak disebutkan, Jumat (14/2/2025).

Aksi tak terpuji MW terungkap setelah polisi menemukan bukti berupa pakaian pelaku yang terdapat noda darah ditambah keterangan pelaku yang berubah-ubah.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa pelaku tega membunuh korban dengan cara memukul menggunakan besi pencongkel kelapa sebanyak dua kali hingga korban terjatuh.

“Pelaku kemudian menusuk korban secara berulang kali hingga meninggal di tempat kejadian,” kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusriadi Yusuf kepada ENews Indonesia, Jumat (14/2/2025).

Yusriadi menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pelaku dan korban awalnya bersama-sama menuju kebun milik warga bernama Yustang mengambil tempurung kelapa.

“Sekira pukul 13.30 Wita pelaku memukul korban dengan menggunakan besi saat keduanya sedang beeistirahat di rumah kebun,” kata Yusriadi.

Usai membunuh korban lanjut Yusriadi, pelaku kembali mengambil tempurung kelapa di pinggir jalan kebun seolah tak terjadi apa-apa.

“Setelah pemilik kebun tiba menggunakan sepeda motor, pelaku memberhentikannya dan menyampaikan bahwa korban kelamaan di kebun,” ujarnya.

Pemilik kebun pun pergi mengecek korban Asima di rumah kebun, dan alangkah terkejutnya dia melihat korban dengan posisi tengkurap dengan kepala bersimbah darah.

“Saat itu pemilik kebun panik dan pelaku juga pura-pura panik keluar ke kampung menuju rumah Suja (warga lainnya). Mereka menyampaikan kalau Asima meninggal sehingga warga berbondong-bondong menuju ke kebun dan mengevakuasi korban,” kata Yusriadi.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi termasuk pelaku. Saat dimintai keterangan di tempat kejadian perkara (TKP) pelaku tidak mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Pelaku memberikan keterangan yang berbeda, maka dari itu kami langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Kami menemukan pakaian atau baju yang digunakan ke kebun terdapat noda darah segar,” terangnya.

Selain itu, setelah melakukan aksinya, pelaku merampas barang berharga milik korban berupa dua kalung emas, satu gelang emas, satu cincin, dan uang tunai senilai Rp7 juta dalam pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.

“Pelaku juga mengambil ponsel merek Vivo warna ungu hitam milik korban,” ujarnya.

Yusriadi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami sejumlah luka serius termasuk luka terbuka pada leher sebelah kanan sepanjang 10,5 cm, luka memar pada leher kiri, beberapa luka terbuka di kepala, dan jari tengah tangan kiri yang terpotong.

“Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Bone guna proses lebih lanjut,” tandasnya.

(Redaksi ENews Indonesia)