ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (basarnas) Maumere menerima penghargaan dan ucapan terima kasih dari pemilik Kapal KM Jangkar Samudra, Senin (6/3/2023).
Dalam pemberitaan sebelumnya kapal pencari ikan yang mengalami mati mesin akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Pulau Babi Kabupaten Sikka dan berhasil menyelamatkan nelayan sebanyak 26 orang.
Yang mana dalam kronologi kejadian bermula saat kapal jangkar samudra mengalami mati mesin sekitar pukul 21.50 Wita (25/02/2023). Kapal tersebut hendak berlayar dari Larantuka Kabupaten Flores Timur ke Maumere Kabupaten Sikka setelah mencari ikan di Perairan Larantuka namun di tengah perjalanan kapal mengalami mati mesin di Pulau Babi Maumere akibat dihantam gelombang tinggi.
Menerima informasi tersebut Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan alut KN SAR 250 Puntadewa menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi 23 orang nelayan dan 3 orang nelayan sekaligus ABK tetap memilih berada di Kapal untuk melaksanakan perbaikan mesin dan sandar di pulau terdekat dengan pantauan Kantor SAR Maumere.
Adapun Tim SAR Gabungan dari operasi saat itu sampaikan yaitu Tim Rescue Kantor SAR Maumere, Kru ABK KN SAR Puntadewa 250, Polair Maumere, Lanal Maumere, KSOP Maumere, dan KP3L Maumere, Tim Ambulance Puskesmas Wolomarang, Tim Ambulance Dinas Kesehatan Sikka, Tim Ambulance RSUD T.C Hillers, dan Dinas Sosial Sikka (Tagana).
Agen KM Jangkar Samudra, Joni mengatakan bahwa tujuan kedatangannya ke Kantor SAR Maumere sebagai wujud apresiasi agen KM Jangkar Samudra terhadap kinerja para tim operasi SAR Maumere yang sudah melakukan berbagai bentuk upaya pada kecelakaan KM Jangkar Samudra.
“Tim SAR gabungan telah berhasil diselamatkan oleh rekan Tim SAR Gabungan di bawah koordinasi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Mexianus Bekabel,” ucap Joni.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel berterima kasih pula telah berkunjung ke Kantor SAR Maumere.
“Operasi SAR Jangkar Samudra merupakan kewajiban kami (Basarnas) serta seluruh Tim SAR Gabungan untuk melakukan evakuasi,” tuturnya. (Faidin)






