banner 728x250

17 Paus Terdampar di Sabu Raijua

Enewsindonesia.com – Dalam kurung waktu 7 tahun berturut-turut daerah Sabu Raijua sudah lebih dari tiga kali didatangi Paus dipesisir pantainya.

Sebelumnya, juga pernah didatangi Paus pada tahun 2012 dimana puluhan Paus migrasi terdampar disalah satu pantai di Kecamatan Liae yang sempat viral diberbagai media maupun sosial media lainnya.

banner 728x250

Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan dan Infrastruktur Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Dedy Syamhadi mengatakan ada sebanyak 17 ekor paus berukuran 2-3 meter, dengan kondisi sekujur tubuh yang terluka, berebah diri terdampar di pantai, Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat.

“Fakta dilapangan, dari 17 ekor, 6 ekor terselamatkan dan telah dievakuasi ke dalam laut, oleh para petugas dari pemda sabu raijua, dibantu oleh masyarakat setempat juga oleh para nelayan. Dan sampai dengan saat ini, jenis daru ketujuh belas ikan itu belum diketahui,” kata Dedy.

“Muntahan Paus Sperma, mencapai Rp. 2 milyar, belum lagi paus jenis browhead capai usia 200 tahun, dan bayi paus bungkuk, sehari habiskan susu 150 galon,” jelasnya.

Dedy juga mengungkapkan ada beberapa keunikan dari paus ini antaranya paus tidak minum air laut, namun memperoleh air minum dari makanan mereka dengan cara metabolisme lemak.

“Paus tidak tergolong dalam jenis ikan, meski mereka sering di sebut ikan; Mata paus sangat kecil, karena itu mereka gunakan pendengarannya sebagai indra utamanya. Paus adalah jenis mamalia berukuran besar, dengan paru-paru mereka bernafas, memiliki kelenjar susu, serta berdarah panas,” tambahnya.

Selain itu, Paus berenang dengan menggunakan ekornya dimana Muntahan ikan paus jenis sperma (ambergris) sangatlah mahal, karena mencapai Rp.2 milyar.

“Hati ikan paus berwarna biru dan berat bisa mencapai ratusan kg, dan lidah paus yang jenisnya biru, mencapai ratusan kg, dan usianya mencapai 90 tahun. Sedangkan paus jenis bowhead, usia mencapai 200 tahun, Bayi paus bungkuk, bisa minum sampai dengan 150 galon susu setiap harinya dan paus mudah mengapung karena dia memiliki banyak lemak di tubuhnya,” tutupnya.(adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *