Truk Material Proyek Sekolah Rakyat Picu Kerusakan Jalan di Luyo

Ketgam: Truk pengangkut material proyek pembangunan Sekolah Rakyat melintas di jalan pedesaan di Kecamatan Luyo, Polewali Mandar. Aktivitas kendaraan bertonase besar itu dikeluhkan warga karena diduga menyebabkan kerusakan jalan dan mengganggu mobilitas masyarakat. (Dok. ENews)

ENEWS, POLMAN ••》Aktivitas truk pengangkut material proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, dikeluhkan warga.

Truk bertonase besar yang melintas di jalan pedesaan dinilai menyebabkan kerusakan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.



Kendaraan proyek tersebut setiap hari mengangkut material seperti semen, batu ringan, besi, dan bahan bangunan lainnya menuju lokasi pembangunan sekolah.

Namun, akses yang digunakan merupakan jalan desa dengan kondisi sempit dan tidak dirancang untuk dilalui kendaraan berat.

Warga menilai muatan truk melebihi kapasitas jalan sehingga mempercepat kerusakan di sejumlah titik.

Jalan yang sebelumnya dapat dilalui dengan nyaman kini mulai retak dan rusak akibat intensitas kendaraan proyek yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

“Jalan ini bukan jalan industri atau jalan nasional. Ini jalan pedesaan yang dipakai masyarakat sehari-hari. Sekarang mulai rusak karena mobil pengangkut material masuk terus dengan muatan berat,” ujar salah seorang warga Luyo, Rabu (20/5/2026).

Keluhan juga datang dari pengendara roda dua yang mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan.

Selain kondisi jalan yang mulai rusak, debu dari kendaraan proyek disebut mengganggu warga di sekitar permukiman.

Warga meminta pemerintah daerah dan pihak kontraktor segera mengambil langkah penanganan sebelum kerusakan semakin parah.

Mereka berharap ada pembatasan tonase kendaraan maupun perbaikan jalan yang terdampak aktivitas proyek.

“Kami mendukung pembangunan Sekolah Rakyat karena itu untuk kepentingan masyarakat juga. Tapi jangan sampai pembangunan itu justru merusak fasilitas umum yang dipakai warga,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Sejumlah titik kerusakan dilaporkan mulai muncul di akses penghubung antar desa yang setiap hari dilalui truk pengangkut material.

Pengamat pembangunan menilai persoalan seperti ini kerap terjadi pada proyek berskala besar di wilayah pedesaan.

Infrastruktur desa yang terbatas sering dipaksa menanggung beban kendaraan berat tanpa penguatan jalan lebih dulu.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada jalur distribusi antar desa.

Hingga kini, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

Diketahui, proyek sekolah rakyat dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero) perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kontruksi. (Red)





Tinggalkan Balasan