banner 728x250

Tabrakan Beruntun Terjadi di Tol Tangerang Merak antara Mobil PJR dengan Truk

Enewsindonesia.comTabrakan beruntun baru saja terjadi di jalan Tol Tangerang-Merak KM 66 Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada hari Minggu, 1 November 2020. Kejadian ini melibatkan kendaraan patrol PJR Korlantas Polri dan juga 3 kendaraan lainnya. Beruntungnya, tabrakan beruntun tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Hanya saja ada 6 orang pengendara telah mengalami luka-luka. 4 kendaraan yang terlibat atas kejadian tabrakan beruntun tersebut adalah sedan patroli PJR 1127-15, kendaraan derek tol milik PT Astra Tol, Hino dump truck B 9507 PYW, dan juga Suzuki Ertiga B 1979 WZB.

banner 728x250

Menurut laporan setempat, kejadian tersebut bermula saat ada kendaraan dumptruk dengan nomor B 9507 PYW meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Tangerang lewat jalur cepat pada pukul 07.15 WIB.

Diduga saat itu sopir sedang mengantuk. Dari sinilah kendaraan berat tersebut meluncur dengan cepat dan menabrak kendaraan patrol PJR 9329 Korlantas yang dikendarai oleh Aiptu Sapta dan juga Bripda Indra yang saat itu sedang menangani kecelakaan.

Karena benturannya keras, akhirnya kendaraan PJR mendorong ke depan dan menabrak mobil Suzuki Ertiga. Mobil yang dikemudian oleh Raji Lutfi ini akhirnya juga terpental dan menghantam truk derek dan mengenai salah satu warga yang sedang berada di lokasi kejadian.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Berdasarkan laporan dari Ditlantas Polda Banten melaporkan ada 2 korban mengalami luka berat, sementara 4 korban lainnya mengalami luka ringan. Sehingga semua korban kejadian kecelaakn beruntun tersebut dilarikan ke RS Sari Asih, Kota Serang.

Korban yang mengalami luka berat bernama M Nasan (56) sebagai penumpang dari Tangerang dan pejalan kaki bernama Subhan (51) dari Kampung Dukuh, Desa Lebakwangi, Walantaka, Serang. Sementara korban yang mengalami luka ringan adalah Aiptu Sapta Digdaya (51) dan Bripda Indra Bayu Aji (21) yang merupakan personal PJR. Selain itu ada juga sopir truk derek dan Dedi Endang Utami.

“Untuk penyebabnya diduga sopir dump truk diduga ngantuk tetapi akan kita selidiki karena saat ini sopir melarikan diri. Tidak ada korban jiwa, dan kami minta sopir dump truk segera menyerahkan diri,” kata Dirlantas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *