ENEWS, BONE •• Warga Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, kembali mengeluhkan kelangkaan solar bersubsidi untuk petani di SPBU 74.927.04 yang berada di poros Bone–Sinjai.
Kebutuhan solar untuk traktor dan alat pertanian disebut makin sulit dipenuhi, sementara antrean kendaraan mencurigakan justru terus muncul setiap hari.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, jurnalis ENews Indonesia, melakukan pemantauan langsung selama beberapa hari di SPBU 74.927.04.
Dari hasil investigasi, muncul dugaan kuat adanya persekongkolan antara pihak SPBU dan pelangsir yang diduga menyalurkan BBM bersubsidi secara ilegal.
Selama observasi, didapati sejumlah kendaraan yang masuk ke SPBU hampir setiap hari dengan pola yang sama.
Salah satu yang paling menonjol adalah mobil Daihatsu Gran Max DW 8792 CB yang terpantau berulang kali mengisi solar dalam jumlah besar, sekitar 20–30 jeriken setiap kali datang.
Jurnalis juga mendapati beberapa kendaraan menggunakan plat nomor tertutup di bagian depan namun dibuka di bagian belakang, memunculkan indikasi kuat upaya mengelabui pengawasan.
Selain itu, terlihat jeriken-jeriken yang disembunyikan di balik pohon di area pekarangan SPBU, memperkuat dugaan adanya kegiatan penimbunan sebelum distribusi ilegal dilakukan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku petani justru dipersulit saat hendak membeli solar dalam jumlah kecil.
“Kami petani cuma ambil satu-dua jeriken, itu pun cuma sekali dalam empat bulan untuk traktor. Tapi tidak dikasih. Sementara pelangsir yang itu-itu saja tiap hari angkut puluhan jeriken,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025).
Warga menilai praktik pelangsir ini merugikan petani dan mengacaukan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Mare.
Mereka mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan menghentikan dugaan penyelewengan yang sudah berlangsung lama dan semakin meresahkan.
Reporter: Try Ardiansyah






