ENEWS, BONE ••》Konflik antara Anggota DPRD Bone, Hj. Adriani Alimuddin Page, SE, dengan Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone, Hj. Faidah, berbuntut panjang. Sejumlah masyarakat dari Kecamatan Amali bahkan mendesak agar Sekwan segera diberhentikan dari jabatannya.
Aksi tersebut terlihat saat para pembawa aspirasi mendatangi Ruang Aspirasi DPRD Bone, Rabu (11/3/2026).
Mereka berteriak mencari Sekwan dan menuntut agar Hj. Faidah mundur karena dinilai telah mencederai marwah lembaga DPRD serta anggota dewan.
Konflik ini disebut bermula saat Hj. Adriani Alimuddin Page menegur Sekwan agar memberikan pelayanan yang baik kepada anggota DPRD saat kegiatan kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu di Jakarta.
Adriani juga mengingatkan agar Sekwan tidak bersikap seolah-olah sebagai anggota DPRD.
Namun, teguran tersebut diduga tidak diterima oleh Hj. Faidah dan memicu konflik yang berkepanjangan antara keduanya.
Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, membenarkan adanya desakan agar Sekwan diberhentikan.
Ia menyebut usulan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Amali, tetapi juga telah disepakati oleh pimpinan fraksi serta pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
“Soal pemberhentiannya, secepatnya kami akan rapatkan dan menyampaikan kepada Bapak Bupati Bone,” kata Andi Tenri Walinonong saat ditemui, Rabu (11/3).
Ia menilai persoalan tersebut perlu segera diselesaikan karena menyangkut marwah dan citra DPRD Bone.
“Sekwan harus memahami fungsi dan tugas yang sudah ditetapkan serta harus sejalan dengan DPRD. Kalau tidak sejalan, bagaimana pekerjaan bisa terselesaikan,” tegasnya.
Andi Tenri mengaku tidak mengetahui secara detail kronologi konflik antara Sekwan dan anggota DPRD karena saat kejadian ia sedang berada di Jakarta.
Meski demikian, menurutnya persoalan ini tetap harus ditindaklanjuti.
“Semoga Bapak Bupati Bone segera menindaklanjuti usulan pemberhentian Sekwan dan mencari pengganti yang lebih layak serta bisa bekerja sama dengan DPRD Bone,” tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, Hj. Faidah yang merupakan alumni IPDN disebut pernah menghadapi sejumlah aksi protes masyarakat saat menjabat di beberapa posisi sebelumnya, seperti Camat Salomekko dan Camat Barebbo.
Bahkan saat awal menjabat Plt Sekwan, ia juga sempat didemo oleh wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, ENews Indonesia telah mencoba mengonfirmasi Hj. Faidah, namun belum mendapat tanggapan. (Red)






