ENEWS POLMAN •• Sekira satu bulan lamanya, sampah menumpuk bahkan berserakan di beberapa titik di wilayah perkotaan Polewali dan sekitaran pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dikeluhkan warga.
Sampah tersebut tak kunjung dibersihkan karena terkendala Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah.
Meski demikian, di beberapa titik lainnya sudah dibersihkan pihak terkait.
Pada hari Rabu (30/10/2024) lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polman sudah mulai bergerak melakukan pengangkutan sampah yang menumpuk di beberapa titik wilayah Polewali dan Wonomulyo.
Penjabat (Pj) Bupati Polman, Ilham Borahima mengungkapkan kepada Enewsimdonesia.com, sampah yang menumpuk di beberapa titik di Polewali dan Wonomulyo sudah mulai diangkut oleh DLHK sekira tiga hari yang lalu.
“Kita butuh waktu sekira satu minggu kedepan agar sampah itu bisa diangkut semua,” pintanya, Minggu (3/11/2024).
Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas ketidak nyamanan ini karena sampah tidak terangkut selama 40 hari (kurang lebih satu bulan).
“Jadi mohon kesabaran kita semua,” harapnya.
Ilham menargetkan, sampah yang ada di beberapa titik Polewali dan Wonomulyo 10 hari ke depan sudah bersih.
“Sampah yang sudah busuk dibuang dan yang masih baru dilakukan pengolahan. Pengolahan sampah itu menggunakan mesin dan kemarin sudah mulai difungsikan. Masyarakat bisa datang lansung melihat pengolahannya,” sebutnya.
Ia menambahkan, bahwa sistem pengolahan sampah di Polman pertama kalinya di Indonesia, ada keterlibatan swasta yang mau kerjasama mengolah atau melakukan daur ulang sampah tersebut.
“Tempat pengolahannya itu berada di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman,” tutup Ilham.






